JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Keberhasilan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep meraih capaian membanggakan dalam Gerakan Nasional Rashdul Kiblat di tingkat Provinsi Jawa Timur bukanlah hasil kebetulan. Prestasi ini lahir dari langkah serentak dan kerja sama padu seluruh elemen di lingkungan lembaga yang mengurusi urusan keagamaan itu di ujung timur Pulau Madura.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Moh. Mabrur menegaskan, capaian ini merupakan buah nyata dari persatuan langkah antara penghulu, penyuluh agama Islam, kepala madrasah, hingga seluruh unsur Kemenag yang bergerak bersamaan menyosialisasikan pentingnya arah kiblat yang benar kepada masyarakat luas.
“Kami tidak berjalan sendiri-sendiri. Semua bergerak serentak, menyatukan niat agar masyarakat memahami betul makna dan ketepatan arah kiblat dalam ibadah. Inilah bukti bahwa kerja sama yang solid akan melahirkan hasil yang membanggakan,” ujar Mabrur dalam laporannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyikapi capaian tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep Abdul Wasid menegaskan Gerakan Nasional Rashdul Kiblat bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan program strategis yang membawa nilai edukasi sekaligus penguatan kualitas layanan keagamaan bagi masyarakat.
“Bagi kami selaku Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Agama, mendukung dan menyebarluaskan program ini bukan sekadar tugas, melainkan tanggung jawab moral untuk menghadirkan layanan keagamaan yang nyata dan berdampak langsung bagi kehidupan beragama masyarakat,” tegas Abdul Wasid dalam sambutannya.
Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kasi Bimas Islam beserta seluruh jajaran tim mulai dari penghulu, penyuluh agama, Tim Badan Hisab Rukyat (BHR), kepala madrasah, hingga seluruh ASN yang telah bekerja dengan semangat kebersamaan tanpa sekat. Berkat kerja keras itulah Sumenep mampu tampil menonjol di antara kabupaten/kota lain se-Jawa Timur.
“Saya berharap semangat kebersamaan ini tidak berhenti di sini, melainkan terus dijaga dan ditingkatkan. Agar setiap program Kementerian Agama dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, meningkatkan pemahaman tentang arah kiblat yang benar, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas layanan keagamaan yang kami berikan,” harap Abdul Wasid.
Gerakan Nasional Rashdul Kiblat sendiri digalakkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pemahaman yang akurat tentang arah kiblat, sehingga pelaksanaan ibadah shalat dapat berjalan sesuai tuntunan sekaligus menjaga kerukunan umat beragama di tengah keberagaman.









