JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – SDN Pakandangan Sangrah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, mengemas Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan konsep kolaboratif.
Sekolah menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep, serta Puskesmas setempat untuk memperkuat literasi, numerasi, dan edukasi kesehatan bagi peserta didik baru.
Program tersebut disusun agar MPLS tidak hanya menjadi agenda pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kebiasaan membaca, serta penerapan pola hidup sehat sejak dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada hari kedua, mahasiswa KKN UTM memandu kegiatan literasi dan numerasi melalui metode pembelajaran interaktif. Siswa diajak belajar sambil bermain untuk membangun kepercayaan diri sekaligus menumbuhkan minat belajar.
Memasuki hari ketiga, Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep hadir membawa berbagai koleksi bacaan.
Kehadiran layanan tersebut dimanfaatkan siswa untuk mengenal beragam buku dan menumbuhkan budaya membaca sejak awal memasuki tahun ajaran baru.
Rangkaian MPLS akan ditutup pada Jumat dengan kegiatan edukasi kesehatan gigi bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas.
Dalam kegiatan itu, siswa akan mendapatkan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar.
Kepala SDN Pakandangan Sangrah, Susilawati, S.Pd., mengatakan konsep MPLS tahun ini sengaja dirancang berbeda karena sekolah ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik baru.
“Kami ingin MPLS menjadi awal yang menyenangkan bagi anak-anak. Hari pertama di sekolah harus menghadirkan rasa nyaman sehingga mereka tumbuh dengan semangat belajar yang tinggi,” kata Susilawati usai kegiatan kepada media ini, Rabu (15/07/2026).
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa KKN UTM menjadi bagian dari upaya sekolah memperkenalkan proses belajar yang lebih interaktif sekaligus mendekatkan siswa dengan budaya literasi dan numerasi.
“Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap kegiatan. Mereka berani bertanya, berdiskusi, dan mencoba berbagai permainan edukatif. Itu menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan diri mereka di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Susilawati menambahkan, kehadiran Perpustakaan Keliling dan edukasi kesehatan gigi menjadi bagian dari pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kebiasaan hidup sehat.
“Kami ingin siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga terbiasa membaca dan memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini. Pendidikan harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter,” jelas Susilawati.
Ia berharap pola kolaborasi yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik.
“Harapan kami sederhana, semoga setiap anak yang belajar di SDN Pakandangan Sangrah tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di masa depan,” pungkasnya.
Melalui konsep MPLS kolaboratif tersebut, SDN Pakandangan Sangrah berupaya menjadikan masa pengenalan sekolah sebagai fondasi awal untuk membangun budaya belajar, meningkatkan minat baca, serta menanamkan kesadaran hidup sehat bagi peserta didik sejak dini.








