JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Disdik Kabupaten Sumenep memperkuat komitmennya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berorientasi pada tumbuh kembang peserta didik melalui Sosialisasi Program Sekolah Ramah yang dipadukan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Sumenep, Sabtu (11/7/2026), dan diikuti kepala sekolah, guru, komite sekolah, serta perwakilan orang tua.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T., mengatakan Gerakan Ayah Mengantar Anak merupakan bagian dari penguatan peran keluarga dalam pendidikan sekaligus memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33.
Menurutnya, kehadiran seorang ayah pada hari pertama sekolah memiliki makna penting dalam membangun kepercayaan diri dan semangat belajar anak.
“Hari pertama sekolah kami berharap ayah hadir untuk anak. Bapak yang bertugas mengantar putra-putrinya ke sekolah, sementara ibu cukup mendampingi dari rumah. Kehadiran ayah menjadi bentuk perhatian yang akan membangun kedekatan emosional sekaligus memberikan semangat kepada anak saat memasuki lingkungan belajar yang baru,” kata H. Iksan.
Ia menegaskan, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga. Karena itu, kehadiran orang tua, terutama ayah, harus terus terbangun dalam kehidupan sehari-hari anak.
“Keterlibatan ayah tidak cukup hanya pada hari pertama sekolah. Anak membutuhkan figur yang hadir, memberi teladan, mendampingi proses belajar, dan menjadi penguat karakter mereka di rumah maupun di lingkungan sosial,” ujarnya.
Selain memperkenalkan Gerakan Ayah Mengantar Anak, Disdik Sumenep juga menyosialisasikan Program Sekolah Ramah sebagai upaya mewujudkan satuan pendidikan yang inklusif, aman, nyaman, serta bebas dari perundungan dan segala bentuk kekerasan.
Dalam kesempatan tersebut dirinya mengajak seluruh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, hingga orang tua untuk membangun budaya sekolah yang mengedepankan penghormatan terhadap hak-hak anak.
“Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi peserta didik. Tidak boleh ada perundungan, kekerasan, ataupun diskriminasi. Semua pihak harus bersinergi agar anak merasa aman, dihargai, dan nyaman selama mengikuti proses pembelajaran,” tegasnya.
Tak hanya itu, Disdik Kabupaten Sumenep juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik, termasuk mengimbau siswa untuk tidak membawa sepeda motor sendiri ke sekolah demi menjaga keselamatan dan ketertiban.
Menurut Eks Kadisbudporapar Sumenep itu menambahkan keselamatan peserta didik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak.
“Kami ingin sekolah tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta budaya saling menghormati. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pendidikan di Kabupaten Sumenep,” pungkas H. Moh. Iksan.
Melalui sosialisasi tersebut, Disdik Kabupaten Sumenep berharap implementasi Program Sekolah Ramah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak dapat berjalan secara berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan.
Sinergi antara sekolah dan keluarga diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih humanis, berkualitas, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi setiap anak.












