JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Industri perfilman kampus di Madura kembali menunjukkan geliat yang menjanjikan. Kali ini, mahasiswa Program Studi Kajian Film, Televisi dan Media Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura menghadirkan sebuah karya film pendek bertajuk “Bisikan Luhur”, sebuah film horor budaya yang memadukan unsur misteri, tradisi lokal, dan pesan moral yang relevan bagi generasi muda masa kini.
Di tengah maraknya film horor yang hanya mengandalkan unsur ketegangan, “Bisikan Luhur” hadir menawarkan sesuatu yang berbeda. Film ini tidak sekadar menyajikan kisah-kisah mencekam, tetapi juga membawa penonton menyelami nilai-nilai kehidupan yang berakar kuat pada budaya dan adat istiadat masyarakat Madura.
Karya yang diproduksi oleh Rawikara Pictures bersama FTM24 Solidarity tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa daerah mampu melahirkan karya sinematik yang tidak kalah dengan produksi perfilman profesional. Melalui pendekatan cerita yang dekat dengan realitas kehidupan remaja dan mahasiswa, film ini menghadirkan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk berefleksi.
Cerita berpusat pada sekelompok mahasiswa yang datang ke sebuah desa dengan membawa pola pikir modern. Namun, tanpa disadari mereka menunjukkan sikap yang kurang menghargai adat dan tradisi yang selama ini dijaga masyarakat setempat.
Mulai dari mengabaikan petuah orang tua, meremehkan aturan adat, hingga tidak menghormati simbol-simbol budaya yang dianggap sakral, seluruh tindakan tersebut perlahan membawa mereka ke dalam rangkaian kejadian misterius yang sulit dijelaskan secara logika.
Ketegangan demi ketegangan kemudian berkembang menjadi perjalanan batin yang mengubah cara pandang para tokohnya terhadap arti penghormatan, sopan santun, dan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan sosial maupun budaya di sekitarnya.
Lebih dari sekadar film bergenre horor, “Bisikan Luhur” menjadi media edukasi yang mengingatkan generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri. Film ini mengangkat pesan bahwa kemajuan teknologi dan modernisasi seharusnya tidak membuat seseorang kehilangan identitas serta nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur.
Di balik alur cerita yang penuh misteri, tersimpan berbagai pesan moral yang kuat. Penonton diajak memahami pentingnya menghormati budaya lokal, menjaga tata krama dalam kehidupan bermasyarakat, menghargai keyakinan orang lain, serta menempatkan adab sebagai fondasi utama dalam kehidupan.
Film ini juga menyoroti pentingnya kerendahan hati dan kesediaan untuk mengakui kesalahan. Sebuah pesan yang terasa relevan di tengah kehidupan modern ketika banyak orang lebih mudah mengedepankan ego dibandingkan nilai-nilai kebijaksanaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Menariknya, “Bisikan Luhur” turut memperlihatkan bagaimana tradisi dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan berdampingan secara harmonis. Budaya diposisikan sebagai warisan yang perlu dijaga, sementara keyakinan spiritual tetap menjadi landasan utama dalam menjalani kehidupan.
Pemilihan tema horor budaya menjadi langkah strategis yang membuat pesan-pesan tersebut lebih mudah diterima oleh kalangan muda. Dengan kemasan yang dekat dengan kehidupan Generasi Z, film ini berpotensi menjangkau penonton yang lebih luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, pecinta budaya, hingga komunitas perfilman nasional.
Kehadiran “Bisikan Luhur” sekaligus memperkuat posisi mahasiswa Uniba Madura sebagai generasi kreatif yang mampu memanfaatkan media film sebagai sarana edukasi, pelestarian budaya, dan penyampaian pesan sosial yang berdampak.
Setelah sebelumnya sukses menghadirkan film “Sangkolan Kona”, karya terbaru ini menjadi langkah lanjutan dalam upaya memperkenalkan kekayaan budaya Madura kepada publik yang lebih luas. Tidak hanya menjadi tontonan yang menarik, “Bisikan Luhur” juga hadir sebagai pengingat bahwa di tengah derasnya arus globalisasi, menjaga adab dan menghormati warisan budaya merupakan tanggung jawab yang tidak boleh dilupakan.
Dalam waktu dekat, film pendek ini dijadwalkan segera tayang dan siap membawa penonton memasuki dunia horor budaya yang sarat makna, penuh pelajaran hidup, serta menyisakan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga identitas dan nilai-nilai luhur bangsa. (REDJAVA****)












