JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep memperkuat struktur organisasi dengan melibatkan sejumlah tokoh berpengaruh dalam jajaran A’wan.
Langkah ini dinilai menjadi strategi penting dalam memperkuat peran NU di tengah masyarakat sekaligus membangun sinergi antara ulama, akademisi dan pemerintah daerah.
Dalam susunan kepengurusan terbaru, sejumlah nama besar tercatat mengisi jajaran A’wan. Di antaranya Bupati Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH kemudian KH. Imam Hasyim, SH, MH serta KH. Ilyasi Siradj.
Kehadiran para tokoh tersebut disebut menjadi kekuatan baru bagi PCNU Sumenep dalam menjalankan program keumatan dan sosial kemasyarakatan.
Ketua PCNU Kabupaten Sumenep KH. Widadi Rahim mengatakan, kepengurusan kali ini disusun dengan semangat kolaborasi dan penguatan organisasi agar NU semakin dekat dengan masyarakat.
“PCNU Sumenep ingin menghadirkan kepengurusan yang solid dan mampu menjawab kebutuhan umat. Karena itu kami melibatkan banyak tokoh yang memiliki pengalaman serta pengaruh di bidangnya masing-masing,” kata KH Widadi Rahim usai kegiatan kepada media ini, Sabtu (16/05/2026) malam.
Menurutnya, keberadaan jajaran A’wan memiliki peran strategis dalam memberikan nasihat, pertimbangan dan penguatan moral bagi jalannya organisasi.
Dengan dukungan para tokoh tersebut, PCNU Sumenep optimistis mampu menghadirkan program yang lebih luas dan berdampak langsung kepada masyarakat.
“Kami berharap seluruh pengurus dapat menjaga semangat khidmat kepada umat, memperkuat persatuan serta terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Sumenep,” ujarnya.
Penguatan struktur organisasi ini juga menjadi bagian dari langkah PCNU Sumenep dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan keagamaan di era modern.
Selain memperkuat dakwah keislaman, PCNU Sumenep juga diharapkan mampu mendorong peningkatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat hingga menjaga harmonisasi sosial di Kabupaten Sumenep.
“Kehadiran tokoh dari berbagai latar belakang dalam jajaran A’wan ini tentunya akan menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara ulama dan pemerintah daerah dalam membangun Sumenep yang religius, harmonis dan berdaya saing,” pungkas KH. Widadi Rahim. (REDJAVA****)












