LWP PCNU Sumenep Bentuk Satgas Wakaf di Tingkat MWC, Perkuat Legalitas dan Inventarisasi Aset NU

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua dan Sekretaris Serta Pengurus LWP PCNU Sumenep di Acara Pelantikan PCNU Kabupaten Sumenep di Ponpes Alkarimiyah Braji, Sabtu (16/05/2026)

Ketua dan Sekretaris Serta Pengurus LWP PCNU Sumenep di Acara Pelantikan PCNU Kabupaten Sumenep di Ponpes Alkarimiyah Braji, Sabtu (16/05/2026)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) PCNU Sumenep mulai melakukan langkah serius dalam menata dan mengamankan aset-aset milik Nahdlatul Ulama (NU) yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Wakaf hingga tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) guna mempercepat proses inventarisasi dan audit aset organisasi.

Langkah strategis ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi agar lebih profesional, tertib administrasi, transparan, dan memiliki legalitas hukum yang kuat.

Ketua LWP PCNU Sumenep, KH. R. Saiful Rizal mengatakan pembentukan Satgas Wakaf menjadi solusi penting untuk mempermudah pendataan sekaligus pengamanan aset-aset NU mulai tingkat ranting, MWC hingga PCNU.

“Selama ini masih banyak aset NU yang belum tertata rapi secara administrasi. Karena itu kami siap membentuk Satgas Wakaf di tingkat MWC agar proses pendataan dan audit aset dapat berjalan lebih maksimal,” kata KH. R. Saiful Rizal kepada media ini, Sabtu (16/05/2026)

Menurutnya, program inventarisasi aset bukan untuk mengambil alih kepemilikan yang selama ini dikelola pengurus ranting maupun MWC.

Baca Juga :  RESPON CEPAT! POLRES SUMENEP SALURKAN AIR BERSIH KE WARGA PINGGIRPAPAS

Penataan tersebut justru bertujuan memperkuat legalitas aset agar tercatat secara resmi sebagai milik organisasi Nahdlatul Ulama.

“Ini bukan berarti NU merebut aset-aset di level bawah. Tetapi aset-aset NU harus tercatat atas nama Perkumpulan Nahdlatul Ulama yang berkedudukan di Jakarta, sehingga mulai dari ranting, MWC hingga PCNU memiliki legalitas yang jelas dan seragam,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penataan aset menjadi langkah penting untuk mencegah potensi sengketa kepemilikan di masa mendatang sekaligus memastikan seluruh aset organisasi tetap terjaga untuk kepentingan jam’iyah dan umat.

Baca Juga :  Polsek Kangayan Berhasil Ringkus Tiga Pelaku Pencurian Dengan Pemberatan di Toko

Senada dengan itu, Sekretaris LWP PCNU Sumenep, Dr. Naghfir mengatakan keberadaan Satgas Wakaf merupakan bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan aset NU yang modern dan berkelanjutan.

“Kami siap membentuk Satgas Wakaf di tingkat MWC untuk memudahkan proses pendataan serta mengaudit aset-aset NU yang selama ini masih belum tertata dengan baik,” ujar Dr. Naghfir.

Menurut dia, aset-aset NU mulai tingkat ranting hingga PCNU harus memiliki data administrasi yang jelas agar keberadaannya tetap aman serta memiliki perlindungan hukum yang kuat.

“Pendataan ini penting agar seluruh aset NU memiliki kejelasan administrasi dan perlindungan hukum yang kuat. Jangan sampai aset yang menjadi bagian perjuangan NU justru bermasalah di kemudian hari,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, LWP PCNU Sumenep akan melibatkan pengurus ranting dan MWC agar proses inventarisasi berjalan lebih maksimal, cepat, terstruktur, dan tepat sasaran.

“Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi bagian dari menjaga amanah organisasi dan warisan perjuangan Nahdlatul Ulama agar tetap terpelihara dengan baik,” pungkas Dr. Naghfir sapaannya.

Program penataan dan inventarisasi aset tersebut mendapat dukungan dari berbagai elemen pengurus NU di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Kalemdiklat : Polri Akan Berikan Pelayanan Terbaik dan Kepedulian untuk Disabilitas

Langkah itu dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan tata kelola aset NU yang profesional, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan di masa mendatang (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru