LDK UNIJA Hentak Ruang Publik: Dialog Telesik Isu Keummatan & Kebangsaan Jadi Panggung Gagasan Moderasi di Sumenep

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LDK UNIJA Hentak Ruang Publik: Dialog “Telesik Isu Keummatan & Kebangsaan” Jadi Panggung Gagasan Moderasi di Sumenep

LDK UNIJA Hentak Ruang Publik: Dialog “Telesik Isu Keummatan & Kebangsaan” Jadi Panggung Gagasan Moderasi di Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Gelombang kesadaran intelektual mahasiswa kembali bergema.

Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Wiraraja (UNIJA) menghadirkan sebuah forum bergengsi bertajuk “Telesik Isu Keummatan dan Kebangsaan”, Sabtu (25/4/2026), yang sukses menyedot perhatian lintas elemen mahasiswa di Kabupaten Sumenep.

Bertempat di Aula Dinas Pertanian, forum ini menjelma menjadi arena dialektika yang hidup bukan sekadar diskusi, melainkan pertemuan ide, gagasan, dan kegelisahan generasi muda dalam membaca arah bangsa di tengah kompleksitas isu keagamaan dan politik.

Ketua Pelaksana, Nur Fawaid Aziz, dalam sambutannya menegaskan bahwa mahasiswa hari ini tidak cukup hanya menjadi penonton perubahan.

“Mahasiswa harus hadir sebagai penyeimbang. Tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga arif dalam beragama dan dewasa dalam berpolitik. Moderasi adalah kunci agar perbedaan tidak berubah menjadi konflik,” tegasnya.

Forum ini menghadirkan dua narasumber kompeten, Hasyim Khafani, SH dan Dr. Wilda Rasaili, S.I.P., M.A., yang membedah secara tajam tantangan kebangsaan kontemporer.

Baca Juga :  Gelar Do’a Bersama, Sukseskan Turnamen Volly Dandim Cup 2023

Keduanya sepakat, Indonesia tidak kekurangan keberagaman yang menjadi tantangan justru bagaimana merawatnya agar tetap menjadi energi pemersatu.

Dalam pemaparan yang menggugah, sejumlah gagasan penting mengemuka:

Pertama, moderasi beragama harus ditanamkan sebagai kesadaran kolektif, bukan sekadar jargon. Toleransi harus menjadi praktik hidup, bukan hanya wacana.

Kedua, perbedaan tidak boleh diposisikan sebagai ancaman, melainkan sebagai kekayaan intelektual yang memperkuat daya tahan sosial bangsa.

Baca Juga :  Alumni 93 SMAN 1 Sumenep Berduka, Kombes Pol Aries Sandhi Berpulang ke Rahmatullah

Ketiga, mahasiswa dituntut tampil sebagai cooling system penjernih suasana di tengah memanasnya isu-isu kebangsaan yang kerap memicu polarisasi.

Atmosfer diskusi berlangsung intens dan penuh energi. Kehadiran peserta dari organisasi ekstra kampus, organisasi daerah, hingga UKM internal UNIJA menghadirkan spektrum pandangan yang luas, memperkaya jalannya dialog.

Tak jarang, perdebatan argumentatif muncul namun tetap dalam koridor ilmiah dan penuh saling menghargai. Inilah wajah ideal demokrasi kampus: tajam dalam gagasan, namun santun dalam penyampaian.

Baca Juga :  Kenapa Banyak yang Sewot dengan Keberadaan Forum Wartawan Sumenep?

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kampus masih menjadi episentrum lahirnya pemikiran progresif dan penjaga nilai-nilai kebangsaan.

Di tengah derasnya arus disinformasi dan polarisasi sosial, ruang-ruang dialog seperti ini menjadi oase yang menyejukkan.

LDK UNIJA pun menaruh harapan besar agar semangat moderasi yang digaungkan tidak berhenti sebagai wacana seremonial.

Lebih dari itu, nilai-nilai tersebut diharapkan menjelma menjadi sikap hidup mahasiswa baik dalam organisasi, masyarakat, maupun dalam merespons dinamika kebangsaan. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta
Hadiri Puncak Madura EV-Day 2026 Bersama Bupati, Danyonif TP 931/KJ Apresiasi Langkah Progresif Sumenep
Sinergi Hijau di Tanah Wali: Ratusan Prajurit Yonif TP 931/ Ksatria Jokotole dan Sipil Sulap Kawasan Asta Tinggi Sumenep Jadi Asri
Implementasi Perbup Kendaraan Listrik, Bupati Sumenep Resmikan SPKLU di Taman Adipura
Siasat PASI Sumenep Tatap Porprov Jatim: Isolasi Atlet Senior hingga Genjot Pemula
Hadir Langsung di Pengesahan PSHT Sumenep, Kapolres Pastikan Situasi Aman dan Kondusif
Menakar Filosofi dan Narasi Pembangunan di Balik Logo Hari Jadi Sumenep ke-758

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:30 WIB

Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:05 WIB

Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:57 WIB

Hadiri Puncak Madura EV-Day 2026 Bersama Bupati, Danyonif TP 931/KJ Apresiasi Langkah Progresif Sumenep

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:19 WIB

Sinergi Hijau di Tanah Wali: Ratusan Prajurit Yonif TP 931/ Ksatria Jokotole dan Sipil Sulap Kawasan Asta Tinggi Sumenep Jadi Asri

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:35 WIB

Implementasi Perbup Kendaraan Listrik, Bupati Sumenep Resmikan SPKLU di Taman Adipura

Berita Terbaru