Dispusip Sumenep Gelar Bimtek Kepenulisan, Dorong Lahirnya Penulis Berbasis Budaya Lokal

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dispusip Kabupaten Sumenep Rudi Yuyianto di Acara Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun Anggaran 2026.

Kepala Dispusip Kabupaten Sumenep Rudi Yuyianto di Acara Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun Anggaran 2026.

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi daerah melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun Anggaran 2026, Selasa (21/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula kantor Dispusip tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pegiat literasi, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki minat dalam dunia kepenulisan. Bimtek ini mengusung tema besar penguatan konten budaya lokal melalui karya tulis sebagai media pelestarian kearifan daerah.

Sejumlah narasumber kompeten dihadirkan untuk memberikan materi dan pendampingan, di antaranya budayawan H. Ibnu Hajar, S.Pd., M.Pd, akademisi sekaligus penulis Dr. Mohammad Hidayaturrahman, M.I.Kom, serta Awaludin Rusandi, S.S., M.A dari Balai Bahasa Jawa Timur.

Baca Juga :  Kapolres AKBP Didik Priyo Sambodo Pimpin langsung Pengamanan Balimau Kasai di Kabupaten Kampar

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dalam dua sesi, yakni pada Selasa, 21 April 2026 dan Selasa, 5 Mei 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Dispusip Kabupaten Sumenep.

Kepala Dispusip Kabupaten Sumenep, Rudi Yuyianto menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam mendorong lahirnya penulis-penulis lokal yang mampu mengangkat kekayaan budaya daerah.

“Kegiatan bimbingan teknis ini kami gelar sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kemampuan menulis masyarakat, khususnya dalam mengangkat potensi budaya lokal Sumenep agar lebih dikenal luas,” ujar Rudi Yuyianto disela kegiatan.

Pihaknya menambahkan, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis semata, melainkan juga sebagai sarana menghadirkan identitas daerah melalui karya yang berkualitas.

“Kami ingin peserta tidak hanya mampu menulis, tetapi juga memiliki sensitivitas budaya, sehingga setiap karya yang dihasilkan memiliki nilai kearifan lokal yang kuat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rudi berharap kegiatan ini mampu menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Sumenep.

“Dispusip Sumenep berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program literasi yang berdampak, termasuk mencetak penulis lokal yang bisa bersaing di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Dispusip Sumenep tidak hanya memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi, tetapi juga menempatkannya sebagai motor penggerak pelestarian budaya lokal melalui tulisan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga warisan budaya Sumenep agar tetap hidup dan dikenal luas di tengah arus perkembangan zaman. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Gelar Baksos Kesehatan di Jatim, Kapolri : Demi Keselamatan Masyarakat

Berita Terkait

DPC PKB Sumenep Bentuk Kepengurusan Baru, Kader Muda Dominan dan Perempuan Capai 40 Persen
Danrem Bhaskara Jaya Buka Festival Keris Sumenep, Dorong Aengtongtong Jadi Destinasi Wisata Budaya Kelas Nasional
Musda X LDII Sumenep Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi dengan Pemkab untuk Pembangunan Daerah
Haflatul Imtihan Annuqayah 2026 Perkuat Sanad Keilmuan Melalui Bedah Buku The Qur’anything
Kisah Haru Nabil Sidoarjo: Tak Bisa Berjalan Pasca Kecelakaan, Kini Dapat Kursi Roda dan Jaminan Pendidikan dari Lita Machfud Arifin
Kurve di Mako Polres Sumenep, Bangun Semangat Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan
Pilkades Sumenep 2027: Achmad Farid Azzyadi Jadi Figur yang Mulai Diperhitungkan di Payudan Dundang
Hadapi Musim Kemarau 2026, Bupati Achmad Fauzi Resmi Berlakukan Siaga Darurat Kekeringan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:00 WIB

DPC PKB Sumenep Bentuk Kepengurusan Baru, Kader Muda Dominan dan Perempuan Capai 40 Persen

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:55 WIB

Danrem Bhaskara Jaya Buka Festival Keris Sumenep, Dorong Aengtongtong Jadi Destinasi Wisata Budaya Kelas Nasional

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:36 WIB

Musda X LDII Sumenep Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi dengan Pemkab untuk Pembangunan Daerah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:30 WIB

Haflatul Imtihan Annuqayah 2026 Perkuat Sanad Keilmuan Melalui Bedah Buku The Qur’anything

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:59 WIB

Kisah Haru Nabil Sidoarjo: Tak Bisa Berjalan Pasca Kecelakaan, Kini Dapat Kursi Roda dan Jaminan Pendidikan dari Lita Machfud Arifin

Berita Terbaru