JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi daerah melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun Anggaran 2026, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula kantor Dispusip tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pegiat literasi, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki minat dalam dunia kepenulisan. Bimtek ini mengusung tema besar penguatan konten budaya lokal melalui karya tulis sebagai media pelestarian kearifan daerah.
Sejumlah narasumber kompeten dihadirkan untuk memberikan materi dan pendampingan, di antaranya budayawan H. Ibnu Hajar, S.Pd., M.Pd, akademisi sekaligus penulis Dr. Mohammad Hidayaturrahman, M.I.Kom, serta Awaludin Rusandi, S.S., M.A dari Balai Bahasa Jawa Timur.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dalam dua sesi, yakni pada Selasa, 21 April 2026 dan Selasa, 5 Mei 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Dispusip Kabupaten Sumenep.
Kepala Dispusip Kabupaten Sumenep, Rudi Yuyianto menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam mendorong lahirnya penulis-penulis lokal yang mampu mengangkat kekayaan budaya daerah.
“Kegiatan bimbingan teknis ini kami gelar sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kemampuan menulis masyarakat, khususnya dalam mengangkat potensi budaya lokal Sumenep agar lebih dikenal luas,” ujar Rudi Yuyianto disela kegiatan.
Pihaknya menambahkan, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis semata, melainkan juga sebagai sarana menghadirkan identitas daerah melalui karya yang berkualitas.
“Kami ingin peserta tidak hanya mampu menulis, tetapi juga memiliki sensitivitas budaya, sehingga setiap karya yang dihasilkan memiliki nilai kearifan lokal yang kuat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Rudi berharap kegiatan ini mampu menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Sumenep.
“Dispusip Sumenep berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program literasi yang berdampak, termasuk mencetak penulis lokal yang bisa bersaing di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Dispusip Sumenep tidak hanya memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi, tetapi juga menempatkannya sebagai motor penggerak pelestarian budaya lokal melalui tulisan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga warisan budaya Sumenep agar tetap hidup dan dikenal luas di tengah arus perkembangan zaman. (REDJAVA****)












