JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya penataan sumber daya manusia pendidikan di Kabupaten Sumenep memasuki babak lebih serius. Dinas Pendidikan (Disdik) setempat melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) menggelar koordinasi lanjutan bersama BKPSDM dan Bagian Organisasi untuk mematangkan pemetaan jabatan guru.
Langkah ini tidak sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari strategi besar untuk memastikan setiap guru menempati posisi yang selaras dengan kompetensi, kualifikasi, dan kebutuhan riil di satuan pendidikan.
Kadisdik Sumenep melalui Kepala Bidang GTK Disdik Sumenep, Akhmad Fairusi, S.Pd., M.AP., menegaskan bahwa pemetaan jabatan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif dan berkualitas.
“Pemetaan jabatan guru bukan hanya soal penempatan, tetapi bagaimana memastikan setiap tenaga pendidik berada pada posisi yang tepat sesuai kompetensinya, sehingga mampu memberikan dampak maksimal terhadap kualitas pembelajaran,” kata Akhmad Fairusi, S.Pd.,M.AP., Sabtu (18/04/2026)
Menurutnya, koordinasi lintas perangkat daerah menjadi kunci dalam menyelaraskan kebijakan kepegawaian, terutama menyangkut formasi, distribusi, hingga pengembangan karier guru ke depan.

Diskusi yang berlangsung dalam suasana konstruktif tersebut juga menyoroti pentingnya data yang akurat sebagai basis pengambilan kebijakan. Dengan pendekatan yang terukur, Disdik Sumenep berupaya menghindari ketimpangan distribusi guru serta memastikan kebutuhan di setiap sekolah dapat terpenuhi secara proporsional.
Lebih lanjut Fairusi sapaannya menambahkan, sinergi antara Disdik, BKPSDM, dan Bagian Organisasi diharapkan mampu melahirkan sistem manajemen kepegawaian yang lebih efektif dan akuntabel.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berbasis kebutuhan lapangan, transparan, dan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Sumenep,” tambahnya.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Disdik Sumenep dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas, sebagaimana digaungkan dalam semangat Disdik Melayani dan program “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Ke depan, hasil pemetaan jabatan guru tersebut akan menjadi pijakan strategis dalam merumuskan kebijakan pengembangan SDM pendidikan, sekaligus memperkuat profesionalisme guru sebagai ujung tombak peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumenep. (REDJAVA****)












