JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinamika organisasi pelajar Nahdlatul Ulama di ujung timur Madura memasuki fase baru. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Sumenep resmi menetapkan Moh Ainul Yakin sebagai ketua masa khidmat 2026–2028 melalui forum Konferensi Cabang (Konfercab) XXIV.
Kegiatan yang di hadir seluruh pengurus PC. IPNU Sumene digelar di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Desa Aeng Dake Kecamatan Bluto, Minggu (12/04/2026).
Pemilihan berlangsung tanpa voting. Ainul Yakin melenggang sebagai ketua secara aklamasi setelah mendapatkan dukungan penuh dari seluruh peserta konferensi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi ini mencerminkan soliditas internal sekaligus kepercayaan besar kader terhadap figur yang dinilai mampu membawa IPNU Sumenep lebih progresif.
Dalam pernyataan perdananya, Ainul Yakin menegaskan bahwa jabatan yang diembannya bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan amanah kolektif seluruh kader IPNU di Sumenep.
“Alhamdulillah, ini amanah yang berat. Terpilih bukan karena saya paling hebat, tapi karena doa dan kepercayaan rekan-rekan,” kata Moh. Ainul Yakin ke sejumlah awak media usai kegiatan.
Ia menekankan, kepemimpinan ke depan tidak bisa dijalankan secara individual. Menurutnya, kekuatan IPNU justru terletak pada kerja bersama seluruh struktur organisasi, mulai dari tingkat cabang hingga komisariat.
“Ini bukan kerja saya sendiri. Kita harus bergerak bersama PAC, PR, dan PK agar IPNU semakin kuat dan dirasakan manfaatnya oleh pelajar,” tegasnya.
Mengawali kepemimpinannya, Ainul Yakin langsung mematok agenda strategis, yakni memperluas basis organisasi melalui pembentukan Pimpinan Komisariat (PK) di berbagai lembaga pendidikan.
Ia secara khusus menyoroti pentingnya penetrasi IPNU ke sekolah-sekolah negeri yang selama ini dinilai masih minim sentuhan organisasi pelajar berbasis ke-NU-an.
“IPNU harus berani masuk ke sekolah negeri dengan daya tawar baru, agar para pelajar bisa tertarik dan aktif masuk di IPNU,” pungkasnya.
Selain penguatan struktur, ia juga menaruh perhatian serius pada kaderisasi. Ainul Yakin ingin IPNU Sumenep tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga mampu melahirkan kader berkualitas yang siap menghadapi tantangan zaman.
Dengan kepemimpinan baru ini, IPNU Sumenep diharapkan mampu tampil lebih adaptif, inklusif, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus menjadi ruang strategis pembinaan generasi pelajar yang kritis dan berintegritas. (REDJAVA****)









