JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 di Kabupaten Sumenep berlangsung semarak dan penuh pesan edukatif.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) itu dipusatkan di halaman Kantor Pemkab Sumenep, Jumat (13/02/2026).
Momentum tahunan ini mengusung tema “Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” yang menekankan pentingnya pemanfaatan potensi pangan daerah sebagai sumber nutrisi utama keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beragam rangkaian kegiatan edukatif hingga kampanye sosial kreatif turut memeriahkan acara, dengan sasaran utama membangun kesadaran masyarakat akan pola makan sehat dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, R. Syahwan Efendi, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan HGN bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan konkret untuk mengubah pola pikir dan pola konsumsi masyarakat.
“Hari Gizi Nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat edukasi tentang gizi seimbang melalui pemanfaatan pangan lokal yang beragam dan bergizi. Kita ingin masyarakat semakin sadar bahwa kesehatan dimulai dari dapur rumah tangga,” ujar Syahwan di hadapan peserta kegiatan.
Ia menyebutkan, Kabupaten Sumenep memiliki kekayaan pangan lokal yang melimpah dan berpotensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Dengan pengelolaan yang tepat, pangan lokal tidak hanya menjadi sumber nutrisi, tetapi juga penggerak ekonomi daerah.
Menurutnya, kampanye gizi seimbang harus mampu memberikan dampak nyata terhadap perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam memilih makanan sehari-hari. Langkah sederhana, kata dia, bisa menjadi pondasi besar bagi masa depan bangsa.
“Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka kita harus mulai dari langkah kecil hari ini. Perbaiki pola makan, pilih pangan lokal yang bergizi seimbang, dan tanamkan kesadaran hidup sehat sejak dini,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap, peringatan HGN ke-66 ini menjadi sarana strategis untuk memperluas literasi gizi kepada seluruh lapisan masyarakat.
Lebih dari itu, gerakan ini diharapkan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia yang berdaulat pangan dan unggul di masa depan. (REDJAVA/$$$)









