JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana Graha Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Rabu (11/2/2026), dipenuhi nuansa haru dan kebanggaan. Ratusan pasang mata menyaksikan momen sakral Wisuda Tahfidzul Qur’an VIII dan Qira’atil Kitab VI MTsN 1 Sumenep Tahun Pelajaran 2025/2026.
Sebanyak 105 siswa resmi dikukuhkan. Terdiri dari 85 peserta Tahfidzul Qur’an dengan capaian hafalan 2 hingga 8 juz, serta 20 peserta Qira’atil Kitab VI yang dinilai telah memenuhi standar kompetensi membaca dan memahami kitab kuning.
Balutan busana wisuda yang dikenakan para siswa bukan sekadar simbol seremoni. Di baliknya tersimpan proses panjang, disiplin, serta perjuangan menghafal ayat demi ayat Al-Qur’an dan menelaah teks kitab klasik yang sarat makna.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk memastikan kualitas hafalan tetap terjaga, program tahfidz menjalani tahapan quality control yang dipandu langsung oleh pakar Al-Qur’an, K.H. Ach Syarif Fatoni. Sementara itu, peserta Qira’atil Kitab diuji dengan Metode Al-Fatih, pendekatan sistematis yang menekankan ketepatan baca sekaligus pemahaman isi.
Plt. Kepala MTsN 1 Sumenep, Koesdartina, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan siswa. Ia menegaskan, capaian ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara guru dan orang tua.
“Keberhasilan ini tidak mungkin diraih tanpa sinergi antara pembina Tahfidz, pembina Qira’atul Kutub, dan dukungan penuh dari wali murid. Ini kerja bersama,” ujar Koesdartina dalam sambutannya.
Menurutnya, madrasah berkomitmen membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan spiritualitas.
Apresiasi juga datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid. Ia menilai wisuda tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap proses pendidikan yang menyeluruh.
“Ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah bentuk pengakuan atas perjuangan intelektual dan spiritual para siswa yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan Qira’atil Kitab,” kata Abdul Wasid.
Ia berharap para lulusan mampu menjaga hafalan serta terus mengembangkan kemampuan membaca dan memahami kitab sebagai bekal di jenjang pendidikan berikutnya.
Di akhir acara, doa dipanjatkan agar para wisudawan tidak berhenti pada capaian hari ini. Hafalan dan pemahaman kitab diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Wisuda ini menjadi penanda bahwa investasi pendidikan berbasis Al-Qur’an dan kitab turats di madrasah terus menunjukkan hasil nyata. Dari Sumenep, generasi Qur’ani itu tumbuh siap melangkah lebih jauh dengan bekal ilmu dan iman. (REDJAVA/$$$)









