JAVANETWORK CO. ID. SUMENEP – Memasuki musim hajatan atau musim mantenan yang sudah berlangsung di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep, harga sejumlah bumbu dapur di pasar tradisional mengalami kenaikan yang cukup terasa.
Kenaikan ini terjadi di tengah tingginya kebutuhan masyarakat untuk keperluan pesta pernikahan, tasyakuran, dan berbagai hajatan lainnya.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar, seperti Pasar Anom Baru dan Pasar Bangkal, harga bumbu dapur mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Harga bawang merah kini menembus Rp 42 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 30 ribu. Cabai rawit yang biasanya dijual Rp 35 ribu kini mencapai Rp 60 ribu per kilogram.
Sementara itu, tomat mengalami kenaikan dari Rp 18 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilogram, dan bawang putih naik dari Rp 28 ribu menjadi Rp 38 ribu per kilogram.
Plt. Kepala UPT Pasar Diskop UKM Perindag Kabupaten Sumenep, Ibnu Hajar menjelaskan bahwa kenaikan harga ini merupakan hal yang umum terjadi setiap kali masyarakat memasuki musim hajatan, apalagi dengan intensitas acara yang cukup padat pada pertengahan tahun.
“Memang sekarang sudah masuk musim mantenan, di mana permintaan terhadap bumbu dapur meningkat drastis. Hampir setiap akhir pekan ada acara pernikahan di berbagai kecamatan. Ini tentu berdampak pada lonjakan kebutuhan bahan pokok, terutama bumbu-bumbu masakan,” ujarnya, Rabu (18/06/2025).
Menurut Ibnu Hajar, selain permintaan yang meningkat, faktor cuaca juga turut memengaruhi. Kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa minggu terakhir menghambat proses panen dan distribusi dari daerah penghasil ke pasar-pasar tradisional.
Hal ini menyebabkan pasokan sedikit tersendat, sehingga harga komoditas mengalami penyesuaian.
Meski demikian, ia memastikan bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini masih dalam batas kewajaran dan tetap terkendali.
Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui UPT Pasar terus melakukan pemantauan harga setiap hari untuk memastikan ketersediaan barang dan menekan potensi lonjakan harga yang berlebihan.
“Kami terus berkoordinasi dengan para pedagang, tengkulak, dan juga dinas terkait untuk memantau situasi di pasar. Tujuannya agar harga tetap stabil, pasokan terjaga, dan masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya,” tambahnya.
Ibnu Hajar juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan aksi borong yang dapat memicu kelangkaan.
Ia menyebut bahwa secara umum stok bahan pokok di pasar masih aman dan mencukupi.
“Pemerintah hadir dan terus berupaya menjaga stabilitas harga agar masyarakat tetap tenang dan kebutuhan sehari-hari tetap dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. (REDJAVA****)









