JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Malam ketujuh tahlil almarhum Rusdiyono di Desa Paberasan, Kabupaten Sumenep, berlangsung khidmat dan sarat makna.
Rangkaian doa yang menandai puncak tahlil tujuh hari wafatnya almarhum itu menjadi istimewa dengan kehadiran para tokoh penting daerah yang turut memimpin doa bersama ratusan warga.
Hadir langsung Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, S.H., M.H., serta Dr. KH. Abuya Busyro Karim, M.Si., mantan Ketua DPRD Sumenep sekaligus Bupati Sumenep dua periode.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran keduanya menambah kekhusyukan suasana dzikir sarwah yang digelar di kediaman keluarga almarhum.
Acara ini juga dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, K. Samiudin, bersama sejumlah tokoh agama setempat, di antaranya KH Dasuki Yahya, K. Sahirudin, K. Mura’i, dan KH Rahmawi.
Sejak awal kegiatan, ratusan warga Desa Paberasan dan sekitarnya tampak memadati lokasi, larut dalam lantunan dzikir dan doa yang dipanjatkan dengan penuh kekhidmatan.

Rangkaian dzikir dan doa sarwah dipanjatkan secara khusus untuk almarhum Rusdiyono, memohonkan ampunan, rahmat, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Doa puncak dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, kemudian dilanjutkan dengan doa penutup oleh KH Abuya Busyro Karim, menciptakan suasana haru dan kebersamaan yang mendalam.
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki rekam jejak pengabdian baik selama bertugas di lingkungan pemerintahan daerah.

“Almarhum Rusdiyono itu dulu, saat saya menjabat sebagai Ketua DPRD Sumenep, beliau adalah ajudan saya. Ia menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” kata KH Imam Hasyim dihadapan istri Rusdiyono.
Diketahui, almarhum Rusdiyono merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Sumenep sejak 2008
Dalam perjalanan pengabdiannya, almarhum dikenal amanah, bersahaja, dan dekat dengan pimpinan serta rekan kerja, khususnya saat mengemban tugas sebagai ajudan Ketua DPRD Sumenep.
KH Imam Hasyim juga menegaskan bahwa doa bersama tersebut merupakan wujud kepedulian dan ikatan kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Kita mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Ini bagian dari nilai kebersamaan yang terus kita jaga di Sumenep,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan keluarga almarhum, Afdal, AMa.Pd., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan doa dari para tokoh daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wakil Bupati Sumenep dan KH Abuya Busyro Karim yang telah berkenan hadir dan mendoakan almarhum, kakak ipar saya Rusdiyono. Kehadiran dan doa ini menjadi penguat bagi keluarga kami,” ujar Afdal.
Lebih lanjut, Afdal juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas segala keterbatasan selama rangkaian tahlil berlangsung.
“Atas nama keluarga, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sejak tahlil hari pertama hingga hari ketujuh terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelaksanaan acara,” tandasnya.
Malam ketujuh tahlil tersebut menjadi potret kuatnya tradisi religius dan solidaritas sosial masyarakat Sumenep doa, dzikir, dan kebersamaan menyatu sebagai penghormatan terakhir bagi almarhum sekaligus penegasan nilai kemanusiaan yang terus hidup di Bumi Sumekar. (REDJAVA/$$$)










