JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Riuh perbincangan publik yang dipicu oleh beredarnya video relawan pada 6 April 2026, menyisakan ruang sunyi untuk refleksi. Di tengah derasnya arus respons masyarakat, Kepala SPPI Kangayan 2, Arbian Revaldo Tauresta, memilih menempatkan diri dalam sikap terbuka: mengakui kekeliruan, sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara tulus.
Dengan bahasa yang tenang dan penuh pertimbangan, Arbian menyatakan bahwa video tersebut diambil secara spontan oleh relawan setelah menyelesaikan tugas. Namun ia tidak menampik, momen itu luput dari kehati-hatian yang seharusnya dijaga, terlebih dalam konteks tanggung jawab kelembagaan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kami bahwa setiap tindakan, sekecil apa pun, membawa konsekuensi. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada SPPG Cendekia Waskita dan seluruh masyarakat,” ucap Arbian, Sabtu (11/04/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Arbian, kejadian ini tidak berhenti pada viralitas semata. Ia melihatnya sebagai titik jeda sebuah kesempatan untuk menata ulang sikap, memperkuat kesadaran, dan meneguhkan kembali nilai-nilai profesionalisme yang menjadi landasan kerja.
Dalam refleksinya, ia menekankan bahwa kepercayaan publik adalah fondasi yang tidak bisa ditawar. Sekali tergerus, dibutuhkan kesungguhan dan konsistensi untuk memulihkannya.
“Kami memahami bahwa kepercayaan dibangun melalui proses panjang. Karena itu, kami berkomitmen menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran yang mendalam,” ujarnya.
Langkah pembenahan pun disiapkan. Penguatan standar operasional prosedur (SOP), peningkatan kedisiplinan, serta penanaman etika dalam berinteraksi termasuk di ruang digital menjadi fokus utama ke depan. Arbian menegaskan, perbaikan tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga menyasar cara berpikir dan sikap seluruh tim.
Di sisi lain, ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk tetap terlibat, baik melalui dukungan maupun pengawasan. Baginya, kritik dan perhatian publik merupakan bagian penting dalam proses pembenahan yang berkelanjutan.
“Kami menyadari bahwa kami belum sempurna. Namun kami berupaya untuk terus memperbaiki diri, agar dapat kembali menjalankan amanah ini dengan lebih bijak dan bertanggung jawab,” tutup Arbian
Peristiwa ini pada akhirnya menghadirkan satu pelajaran yang tak sederhana: bahwa dalam setiap kekeliruan, selalu tersimpan peluang untuk tumbuh menjadi lebih matang, lebih berhati-hati, dan lebih layak dipercaya. (REDJAVA****)









