JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah ancaman krisis iklim dan degradasi lingkungan yang kian nyata, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep memilih jalan sunyi namun berdampak panjang: menanam pohon.
Aksi tersebut digelar di kawasan perbukitan Kecamatan Batuan, Jumat, 23 Januari 2026, bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Penanaman pohon yang melibatkan kader, pengurus, dan simpatisan partai itu bukan sekadar seremoni tahunan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep sekaligus Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan bagian dari etika politik yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa politik tidak melulu soal kekuasaan, tapi juga tentang keberanian menjaga masa depan. Menanam pohon adalah bentuk paling konkret dari tanggung jawab itu,” kata Fauzi di sela kegiatan.
Bibit yang ditanam berupa tanaman keras dan produktif yang dirancang memberi manfaat ekologis dan sosial dalam jangka panjang. Fauzi menyebut, program penghijauan itu telah menjadi agenda rutin DPC PDI Perjuangan Sumenep dan akan terus diperluas ke berbagai wilayah rawan kerusakan lingkungan.
“Ini bukan kegiatan simbolik. Pohon-pohon ini kami tanam untuk hidup puluhan tahun ke depan, untuk anak cucu kita. Politik harus berani berpikir sejauh itu,” ujarnya.
Menurut Fauzi, gerakan menanam pohon merupakan instruksi langsung partai yang dijalankan serentak oleh kader PDI Perjuangan di seluruh Indonesia. Instruksi tersebut, kata dia, sejalan dengan garis ideologis partai yang menempatkan lingkungan hidup sebagai isu strategis bangsa.
“Ibu Megawati selalu mengingatkan kami bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga Indonesia. Karena itu, gerakan ini dilaksanakan serentak oleh seluruh kader PDI Perjuangan di berbagai daerah,” ungkap Fauzi.
Lebih lanjut Fauzi menambahkan, pemilihan momentum ulang tahun Megawati bukan tanpa alasan. Ia menyebut Ketua Umum PDI Perjuangan sebagai sosok yang konsisten menanamkan kesadaran ekologis dalam praktik politik partai, jauh sebelum isu perubahan iklim menjadi perhatian global.
“Bagi kami, ulang tahun Ibu Megawati adalah momentum refleksi. Cara terbaik merayakannya bukan dengan seremoni, tetapi dengan kerja nyata yang manfaatnya bisa dirasakan lintas generasi,” tutup Fauzi.
Di tengah dinamika politik lokal dan nasional, aksi penanaman pohon tersebut menjadi pesan kuat bahwa partai politik dapat hadir sebagai motor perubahan sosial dan lingkungan. Di Sumenep, PDI Perjuangan tampak ingin menegaskan satu hal: kekuasaan boleh berganti, tetapi pohon yang ditanam hari ini akan tetap tumbuh untuk masa depan. (REDJAVA/$$$)














