Moderasi Beragama di Sumenep, Warisan Sejarah yang Menjadi Pondasi Harmoni Sosial

Kamis, 25 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Moh. Mabrur,

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Moh. Mabrur,

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah tantangan keberagaman yang kerap memicu gesekan di sejumlah daerah, Kabupaten Sumenep justru menyimpan kisah panjang tentang moderasi beragama yang telah tumbuh dan mengakar jauh sebelum istilah itu populer dalam wacana kebangsaan.

Wilayah paling timur Pulau Madura ini sejak masa lalu dikenal sebagai ruang perjumpaan berbagai latar belakang keagamaan yang hidup berdampingan secara damai. Jejak harmoni tersebut tidak hanya tercatat dalam ingatan kolektif masyarakat, tetapi juga terpatri jelas dalam peninggalan sejarah yang masih berdiri hingga kini.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Moh. Mabrur, mengatakan bahwa nilai moderasi beragama di Sumenep bukanlah sesuatu yang dibangun secara instan, melainkan lahir dari proses sejarah yang panjang.

“Moderasi beragama di Sumenep itu bukan konsep baru. Sejarah sudah membuktikan bahwa masyarakat di daerah ini sejak dulu terbiasa hidup berdampingan secara harmonis,” kata Mabrur, Rabu (24/12/2025).

Menurut Mabrur, salah satu bukti paling nyata dapat dilihat dari tata ruang dan arsitektur tempat-tempat ibadah yang tersebar di Sumenep. Ia mencontohkan bangunan Masjid Bani, serta keberadaan rumah ibadah lintas agama yang lokasinya saling berdekatan tanpa memunculkan konflik sosial.

“Penempatan rumah-rumah ibadah yang berdekatan itu bukan kebetulan. Itu mencerminkan cara pandang masyarakat Sumenep yang sejak lama menjunjung tinggi toleransi dan saling menghormati,” ujarnya.

Ia menegaskan, nilai tersebut tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Hingga hari ini, sikap saling menghargai antarumat beragama masih terawat dalam kehidupan sosial masyarakat, yang mampu menjaga batas keyakinan tanpa mencampuri ajaran dan syariat masing-masing agama.

“Masyarakat Sumenep memahami betul bahwa perbedaan keyakinan bukan alasan untuk saling mengganggu. Justru di situlah letak kedewasaan dan kearifan sosial yang diwariskan oleh para pendahulu,” ungkap Mabrur.

Lebih jauh, Mabrur menilai moderasi beragama di Sumenep telah menjadi bagian dari identitas budaya lokal yang perlu terus dirawat di tengah perubahan zaman. Menurutnya, harmoni sosial merupakan modal penting dalam menciptakan stabilitas, kedamaian, dan kesejahteraan bersama.

“Moderasi dan toleransi beragama adalah kekuatan masyarakat Sumenep. Ini warisan budaya yang harus dijaga bersama agar kehidupan yang damai dan sejahtera bisa terus berlangsung,” pungkasnya 

Ia berharap, nilai-nilai tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diwariskan kepada generasi muda sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat di tengah keberagaman yang semakin kompleks. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Gowes Bareng BKPSDM Sumenep, Kebersamaan Pegawai Makin Solid
Detik-Detik Direktur RSUDMA Sumenep Tinjau UGD, Pasien Tak Tertolong, Direktur Sampaikan Ini
Retreat Kepemimpinan di Akmil Jadi Momentum Penyatuan Visi Pembangunan Daerah Ketua DPRD Sumenep
Disdik Sumenep Matangkan Pemetaan Jabatan Guru, Bidang GTK Gandeng BKPSDM dan Bagian Organisasi
Momentum Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional 2026, Disdik Sumenep Gelar Lomba Line Dance Libatkan 59 Peserta
Turun Langsung Keliling Ruang Perawatan, Direktur RSUDMA Sumenep Sapa dan Pantau Kondisi Pasien
Ketua IGI Sumenep Imbau Anggota Waspada Pencatutan Identitas Ketua
Dari Jamuan Sederhana di Sumenep, Lahir Gagasan Besar tentang Kebaikan dan Sinergi

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:55 WIB

Gowes Bareng BKPSDM Sumenep, Kebersamaan Pegawai Makin Solid

Sabtu, 18 April 2026 - 15:39 WIB

Detik-Detik Direktur RSUDMA Sumenep Tinjau UGD, Pasien Tak Tertolong, Direktur Sampaikan Ini

Sabtu, 18 April 2026 - 15:21 WIB

Retreat Kepemimpinan di Akmil Jadi Momentum Penyatuan Visi Pembangunan Daerah Ketua DPRD Sumenep

Sabtu, 18 April 2026 - 12:48 WIB

Disdik Sumenep Matangkan Pemetaan Jabatan Guru, Bidang GTK Gandeng BKPSDM dan Bagian Organisasi

Sabtu, 18 April 2026 - 12:22 WIB

Momentum Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional 2026, Disdik Sumenep Gelar Lomba Line Dance Libatkan 59 Peserta

Berita Terbaru

Kepala BKPSDM Sumenep, Ir. H. Benny Irawan

Birokrasi

Gowes Bareng BKPSDM Sumenep, Kebersamaan Pegawai Makin Solid

Sabtu, 18 Apr 2026 - 15:55 WIB