JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA — Menjelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) pada 9 Desember 2025, Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GN-PK) resmi menerbitkan Surat Edaran Pedoman Nasional Hakordia 2025, sebuah panduan yang akan menjadi arah gerak seluruh jaringan organisasi dari Sabang hingga Merauke.
Surat edaran bernomor 01-SE/DPN.GN-PK/XI/2025 itu menegaskan bahwa Hakordia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum nasional untuk membangun kembali kesadaran moral.
GN-PK menyebutnya sebagai saat yang tepat untuk merenung, membersihkan hati, dan memperbarui ikrar melawan korupsi yang terus membelit bangsa.
Ketua Umum GN-PK, Dr. H. Adi Warman, S.H., M.H., M.B.A., mengatakan bahwa korupsi telah melampaui definisi hukum semata. “Korupsi itu bukan hanya kejahatan, tapi luka sosial yang menggerogoti masa depan anak-anak kita,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima media ini, Rabu (26/11/2025).
Tahun ini, GN-PK mengangkat tema besar:
“Jaga Hati, Jaga Rumah, Jaga Bangsa: Menolak Uang Haram, Menegakkan Integritas.”
DPN GN-PK menekankan bahwa benteng antikorupsi sejatinya lahir dari tindakan kecil yang dilakukan setiap hari jujur dalam bekerja, berhati-hati menjaga amanah, hingga berani menolak gratifikasi dalam bentuk apa pun.
“Integritas itu tidak menunggu kita menjadi pejabat. Integritas dimulai dari diri sendiri, dari meja kerja kita, dari dapur rumah kita,” tegas Adi Warman dalam salah satu kutipannya.
Puncak peringatan Hakordia 2025 akan berlangsung di Surabaya melalui agenda besar: Shalawat Akbar dan Doa 20.000 Santri.
GN-PK menyebutnya sebagai “ikhtiar spiritual nasional” sebuah pendekatan yang menguatkan pesan bahwa perjuangan antikorupsi tidak hanya rasional, tetapi juga moral dan religius.
Di acara tersebut, GN-PK juga akan membacakan Ikrar Integritas Nasional, yang isinya diharapkan menjadi kompas moral bagi seluruh kader dan relawan.
Rincian teknis kegiatan akan dirilis dalam petunjuk khusus berikutnya.
Dalam surat edarannya, GN-PK meminta seluruh pengurus wilayah, daerah, dan cabang untuk menggelar kegiatan yang menyentuh kesadaran publik, antara lain:
- Doa bersama lintas agama
- Ceramah tentang pentingnya nafkah halal
- Dialog keluarga “Menjaga Rumah dari Uang Haram”
- Edukasi integritas di sekolah, kampus, dan pesantren
- Gerakan “Satu Hari Tanpa Gratifikasi”
- Kampanye moral yang sejuk dan merangkul
Pendekatan lembut menjadi garis utama. “Hati lebih mudah tersentuh oleh keikhlasan daripada kemarahan,” demikian tertulis dalam edaran tersebut.
GN-PK menetapkan empat prinsip yang wajib dijadikan pedoman di seluruh daerah:
- Tulus sebelum teratur niat membersihkan hati lebih utama dari kelengkapan administrasi.
- Organisatoris tetapi manusiawi – gerakan harus tetap berpijak pada nurani.
- Pendanaan yang suci dan mandiri kegiatan tidak boleh bersumber dari dana yang meragukan integritas.
- Laporan sebagai amanah moral – bukan sekadar dokumen.
Melalui edaran ini, GN-PK mengajak seluruh kader meneguhkan empat komitmen integritas:
- Tidak mengambil yang bukan haknya
- Hanya membawa pulang uang halal
- Menjaga keluarga dari rezeki yang tercemar
- Menjaga keselamatan moral bangsa
Adi Warman kembali mengingatkan bahwa perjuangan GN-PK bukan demi popularitas. “Kami tidak mencari kehormatan. Tugas kami adalah menjaga bangsa ini dengan menegakkan kejujuran, satu langkah kecil setiap hari,” ujarnya menandaskan.
Surat Edaran tersebut ditandatangani di Jakarta pada 25 November 2025 dan resmi menjadi pedoman pelaksanaan Hakordia di seluruh Indonesia.
Dengan semangat “Jaga Hati, Jaga Rumah, Jaga Bangsa”, GN-PK berharap Hakordia 2025 dapat menjadi gelombang kebangkitan moral yang memperkokoh integritas bangsa dari akar hingga pucuknya. (REDJAVA****)












