Gerakan Stop Sampah Sumenep Digenjot, STIDAR Tekankan Zero Waste hingga Pembenahan TPA Torbang

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nomer 2 dari kiri: DR. KH Sahli Hamid, Pendiri STIDAR Sumenep

Nomer 2 dari kiri: DR. KH Sahli Hamid, Pendiri STIDAR Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep sedang menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah. Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sumenep, bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman (Stidar), kini mendorong solusi radikal: pengelolaan sampah terpadu yang berbasis komunitas dan teknologi.

Hasil penelitian tim riset Stidar yang dipresentasikan dalam Focus Group Discussion (FGD) di Kantor BRIDA pada Kamis (20/11/2025), menunjukkan bahwa Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 83 Tahun 2018 sudah memiliki fondasi yang baik, namun efektivitasnya harus ditingkatkan melalui langkah-langkah konkret dan tegas.

Perwakilan Tim Riset Stidar, Imalah, menyoroti bahwa salah satu titik lemah dalam rantai pengelolaan sampah berada di hilir yakni Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Perbaikan tata kelola TPA Torbang serta digitalisasi pencatatan sampah menjadi penting. Ini memastikan transparansi dan efisiensi dalam manajemen sampah akhir,” kata Imalah, Jum’at (21/11/2025)

Rekomendasi ini mengindikasikan perlunya investasi teknologi dan perbaikan sistem manajerial di TPA agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat penimbunan, tetapi juga pusat pengelolaan yang efisien dan akuntabel.

Baca Juga :  Pengamanan Babak Penyisihan Liga 3 di Stadion A Yani Pangligur Sumenep, Polres Sumenep Terjunkan 182 Personil Anggota

Menurut Stidar, untuk benar-benar menghentikan masalah sampah, perubahan harus dimulai dari hulu yaitu rumah tangga. Tim riset menekankan bahwa efektifitas Perbup akan meningkat drastis jika diperkuat melalui pemberdayaan masyarakat.

Beberapa rekomendasi utama meliputi:

  • Penguatan bank sampah komunitas dengan pendampingan berkelanjutan di tingkat desa atau Rukun Tetangga (RT).
  • Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemilahan sampah secara hierarkis agar pemilahan sudah dilakukan sejak dari rumah.
  • Menggalakkan gerakan zero waste dan kampanye pengurangan plastik melalui edukasi di sekolah, desa, dan komunitas.
Baca Juga :  Rakor Bersama PKH, Dinsos P3A Sumenep Kupas Cleansing PBI JK

Imalah kembali menegaskan bahwa perubahan perilaku menjadi kunci dalam memperkuat implementasi Perbup.

“Selama masyarakat belum terbiasa memilah sampah dari rumah, maka kebijakan sebagus apa pun tidak akan efektif. Perubahan perilaku adalah fondasi utama,” tegasnya.

Sebagai langkah preventif, Tim Riset Stidar menekankan pentingnya kampanye lingkungan masif. Kampanye ini harus diwujudkan melalui edukasi di sekolah, desa, dan komunitas, dengan fokus pada gerakan zero waste dan pengurangan penggunaan plastik.

Baca Juga :  Rakor 2026 Digelar, Kecamatan Dasuk Fokuskan Sinergi dan Efektivitas Program Pembangunan

Langkah-langkah ini, termasuk pembangunan infrastruktur TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle), harus didukung oleh kolaborasi berkelanjutan model Pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, dan media.

Hasil riset ini diharapkan segera menjadi acuan kebijakan strategis oleh BRIDA Sumenep dan segera diintegrasikan ke dalam program kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu, memastikan upaya “Stop Sampah” di Sumenep berjalan efektif dan berkesinambungan. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Mahasiswa Uniba Madura Rilis Film Horor Budaya “Bisikan Luhur”, Angkat Adab dan Kearifan Lokal di Tengah Modernisasi
Semai Literasi ke Pelosok Desa, Perpusling Dispusip Sumenep Sambangi MDT Al Hasni Awwaliyah
Peringati 1 Muharram 1448 H, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep Serukan Semangat Perubahan
Anwar Syahroni Yusuf: Kebersihan Berawal dari Diri Sendiri dan Menjadi Tanggung Jawab Bersama
PGRI Sumenep dan Kadisdik Sepakat Jaga Kondusivitas Pendidikan di Tengah Dualisme Organisasi
Respons Cepat Bencana, Pemkab Sumenep Salurkan Rp30 Juta untuk Korban Kebakaran Dusun Kalompang
Bazar Literasi dan Batik Lebatu SDN Lenteng Barat I Sumenep Tuai Apresiasi, Lahirkan Generasi Kreatif dan Berdaya Saing
BLT DD Ekstrem Desa Gayam Cair, Penerima Stroke Terima Bantuan Rp900 Ribu di Rumah

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 22:31 WIB

Mahasiswa Uniba Madura Rilis Film Horor Budaya “Bisikan Luhur”, Angkat Adab dan Kearifan Lokal di Tengah Modernisasi

Senin, 15 Juni 2026 - 22:05 WIB

Semai Literasi ke Pelosok Desa, Perpusling Dispusip Sumenep Sambangi MDT Al Hasni Awwaliyah

Senin, 15 Juni 2026 - 21:08 WIB

Peringati 1 Muharram 1448 H, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep Serukan Semangat Perubahan

Senin, 15 Juni 2026 - 19:19 WIB

Anwar Syahroni Yusuf: Kebersihan Berawal dari Diri Sendiri dan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Senin, 15 Juni 2026 - 18:19 WIB

PGRI Sumenep dan Kadisdik Sepakat Jaga Kondusivitas Pendidikan di Tengah Dualisme Organisasi

Berita Terbaru