Momentum HSN 2025, Pemkab Sumenep Gelar MQK 2025 Perkuat Tradisi Keilmuan Pesantren

- Redaksi

Selasa, 4 November 2025 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama Wabup KH. Imam Hasyim dan Kabag Kesra Setdakab Kamaluddin bersama peserta di Acara Musabaqoh Qiraatil Kitab Yang Bertempat di Aula Kantor Kemenag Sumenep, Selasa (05/11/2025)

Foto Bersama Wabup KH. Imam Hasyim dan Kabag Kesra Setdakab Kamaluddin bersama peserta di Acara Musabaqoh Qiraatil Kitab Yang Bertempat di Aula Kantor Kemenag Sumenep, Selasa (05/11/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Sumenep menggelar Musabaqah Qiraatil Kitab (MQK) 2025 dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2025.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., dan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Sumenep, dihadiri Kabag Kesra Kamiludin beserta jajaran, ratusan santri, dan pengasuh pondok pesantren, Selasa (04/11/2025)

Sebanyak 104 santri mengikuti MQK 2025. Mereka terbagi dalam tiga jenjang: Marhalah Ula (17 peserta), Marhalah Wustho (53 peserta), dan Marhalah Ulya (34 peserta). Kitab yang dilombakan adalah Fathul Qorib karya Syaikh Muhammad bin Qosim, rujukan klasik dalam kajian fikih pesantren di seluruh Nusantara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bagian Kesra Setdakab Sumenep, Kamiludin, S.Pd.I., M.AP., menegaskan, MQK bukan sekadar lomba. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan karakter santri sekaligus menjaga tradisi keilmuan Islam klasik.

Baca Juga :  Di Balik Aksi Bersih-Bersih, Tersimpan Cerita Kesederhanaan Pejabat Pemkab Sumenep

“Kitab kuning bukan hanya teks lama. Ia warisan ilmu dan nilai yang membentuk karakter santri Indonesia. MQK ini menjadi cara menghidupkan kembali semangat para ulama dalam membangun peradaban berilmu dan berakhlak,” kata Kamiludin dalam laporannya. 

Ia menambahkan, kegiatan MQK tahun ini dilaksanakan sesuai Peraturan Daerah Nomor 06 Tahun 2024 dan Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2024, dengan pendanaan bersumber dari APBD Kabupaten Sumenep.

“Seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari APBD. Ini wujud nyata perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pesantren, agar santri memiliki ruang untuk berekspresi, berkompetisi, dan berkontribusi membangun bangsa,” jelasnya.

Menurut Plt. Camat Bluto, MQK juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpondok pesantren dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Baca Juga :  KH Yahya Cholil Staquf : PBNU Akan Berada di Belakang Polri

“MQK ini bukan sekadar lomba. Ia ruang kolaborasi, tempat santri belajar menjaga nilai keagamaan, persatuan, dan kemanusiaan. Dari pesantren lahir generasi berilmu yang menebar kedamaian,” sambungnya.

Lebih lanjut Kamiludin menekankan pentingnya kegiatan ini dalam menumbuhkan kecintaan santri terhadap kitab kuning dan meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan menguraikan isi kitab klasik dengan metode dan adab yang benar.

“Kegiatan MQK ini juga mengajarkan disiplin, fokus, dan kesungguhan. Semua itu modal utama bagi santri dalam membangun karakter dan pengetahuan,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, yang secara resmi membuka MQK 2025, memberikan sambutan dan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Wabup menekankan bahwa MQK bukan sekadar perlombaan, tetapi momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan santri terhadap kitab kuning sekaligus memperkuat tradisi keilmuan pesantren.

Baca Juga :  Kapolres AKBP Rahman Wijaya SH, MIK, MH Silaturahmi Kantor Sekretariat Aliansi BEM Sumenep

“Apa yang dilakukan Bagian Kesra patut diapresiasi. MQK ini bukan sekadar lomba, tapi momentum membangkitkan semangat belajar dan kecintaan terhadap kitab kuning,” ujarnya.

Selain itu, sosok orang nomor dua di Kabupaten Sumenep itu menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam membentuk generasi santri yang unggul dan siap menghadapi tantangan zaman.

“Kitab kuning adalah warisan ulama yang menjadi fondasi keilmuan Islam. Kegiatan seperti ini penting untuk membentuk santri yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tutupnya.

Kegiatan MQK 2025 diharapkan menjadi awal berkelanjutan bagi pengembangan keilmuan pesantren, mencetak santri unggul yang mampu menjawab tantangan zaman dengan ilmu, akhlak, dan adab mulia. (REDJAVA)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Polisi Sumenep Sikat Peredaran Miras, 17 Botol Arak Bali Diamankan
Gerak Cepat Prajurit Yonif TP 931/KJ Padamkan Kebakaran Lahan di Kebunan
Pengabdian Berbuah Penghargaan, Imam Syafi’i S.H. Terima Lencana Pancawarsa V Tingkat Jawa Timur
PKDI Cup II 2026: Saling Serang di Lapangan, Pamekasan dan Sumenep Berbagi Angka 1-1
Era Fintech Makin Pesat, Dr. Naghfir Ingatkan Pemuda Jangan Sekadar Jadi Pengguna
Diklat Paskibra Sumenep Makin Bermakna, Yonif TP 931/KJ Beri Pembekalan Wawasan Kebangsaan
Satlantas Polresta Sumenep Gandeng TVRI, Hadirkan Informasi Lalu Lintas Aktual untuk Masyarakat
Semarak Lomba Kemerdekaan Persit Yonif TP 931/KJ, Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Penuh Keceriaan

BERITA TERKAIT

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Polisi Sumenep Sikat Peredaran Miras, 17 Botol Arak Bali Diamankan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Gerak Cepat Prajurit Yonif TP 931/KJ Padamkan Kebakaran Lahan di Kebunan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:35 WIB

Pengabdian Berbuah Penghargaan, Imam Syafi’i S.H. Terima Lencana Pancawarsa V Tingkat Jawa Timur

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PKDI Cup II 2026: Saling Serang di Lapangan, Pamekasan dan Sumenep Berbagi Angka 1-1

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:33 WIB

Era Fintech Makin Pesat, Dr. Naghfir Ingatkan Pemuda Jangan Sekadar Jadi Pengguna

BERITA TERBARU