Pendopo Keraton Sumenep Disulap Jadi Lautan Warna, 670 Anak Tumpah Ruah di Lomba CoE 2025

Minggu, 14 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Andrie Zulkarnaen Bersama Ratusan Anak Dalam Lomba Mewarnai Dan Menggambar Rangkaian Calendar Of Event (CoE) Sumenep di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Minggu (14/09/2025)

Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Andrie Zulkarnaen Bersama Ratusan Anak Dalam Lomba Mewarnai Dan Menggambar Rangkaian Calendar Of Event (CoE) Sumenep di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Minggu (14/09/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ratusan krayon dan pensil warna menari di atas kertas putih. Suasana Pendopo Agung Keraton Sumenep, Minggu (14/9/2025), mendadak riuh oleh celoteh dan tawa anak-anak.

Ratusan peserta antusias mengikuti lomba mewarnai dan menggambar yang digelar dalam rangkaian Calendar of Event (CoE) 2025.

Pantauan media di lokasi, sejak pagi halaman pendopo sudah dipadati peserta bersama orang tua masing-masing.

Mereka datang dengan penuh semangat, sebagian besar mengenakan seragam sekolah, ada pula yang membawa alas khusus untuk duduk di lantai.

Panitia terlihat sibuk membagikan nomor peserta, sementara anak-anak tak sabar menunggu lembar gambar dibagikan.

Tercatat 670 anak ambil bagian dalam ajang kreatif ini, terdiri dari 500 anak TK/PAUD untuk lomba mewarnai dan 170 siswa SD/MI untuk lomba menggambar.

Dengan mengusung tema “Sumenep The Heritage of Madura”, lomba ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi budaya sejak usia dini.

Kadisbudparopar melalui Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Andrie Zulkarnaen, mengungkapkan rasa bangganya atas tingginya antusiasme masyarakat.

“Antusiasme peserta sungguh luar biasa. Kami melihat semangat anak-anak ini sebagai tanda bahwa seni dan budaya masih menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda,” ujar Andrie kepada media ini.

Menurutnya, dipilihnya Pendopo Agung Keraton Sumenep bukan tanpa alasan.

“Keraton adalah simbol sejarah dan kebesaran Sumenep. Kami ingin anak-anak mengenal sekaligus merasakan atmosfer budaya ketika berkompetisi di tempat bersejarah ini. Jadi mereka bukan hanya ikut lomba, tapi juga mendapatkan pengalaman berharga,” jelasnya.

Andrie menambahkan, kegiatan seni seperti lomba mewarnai dan menggambar ini akan terus menjadi bagian penting dari Calendar of Event.

“CoE 2025 memang kami desain variatif dan berkesan. Melalui kegiatan anak-anak, kami ingin menumbuhkan kecintaan terhadap seni, budaya, sekaligus memperkuat citra pariwisata Sumenep,” pungkasnya. (REDJAVA*****)

Berita Terkait

Euforia Piala Dunia 2026, Askab PSSI Sumenep Perkuat Pembinaan Talenta Muda
Zamrud Khan Soroti Transparansi Barang Bukti Narkotika Saat Bertemu Kajari Sumenep
Hari Libur Nasional 2026, Rutan Sumenep Tutup Layanan Kunjungan dan Administrasi
Koperasi Wanita Potre Koneng Sumenep Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pasar Murah dan Layanan Gratis
Band Rock PISS Sumenep Comeback di Parade Band Legend Madura 2026
Pengajian Umum SDHOYO Dipadati Jamaah, Perkuat Ukhuwah dan Peran Pemuda di Tengah Masyarakat
Grand Final SSC 2026 Tingkat SMP se-Sumenep Berlangsung Spektakuler, Ini Daftar Juaranya
PLT Asisten III Setdakab Sumenep Tekankan Pentingnya Pendidikan Digital dan Karakter di Ajang SSC SMP 2026

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:13 WIB

Euforia Piala Dunia 2026, Askab PSSI Sumenep Perkuat Pembinaan Talenta Muda

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:10 WIB

Zamrud Khan Soroti Transparansi Barang Bukti Narkotika Saat Bertemu Kajari Sumenep

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:23 WIB

Hari Libur Nasional 2026, Rutan Sumenep Tutup Layanan Kunjungan dan Administrasi

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:07 WIB

Koperasi Wanita Potre Koneng Sumenep Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pasar Murah dan Layanan Gratis

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:41 WIB

Band Rock PISS Sumenep Comeback di Parade Band Legend Madura 2026

Berita Terbaru