JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah derasnya arus musik modern dan perubahan tren industri hiburan, PISS Band Sumenep masih bertahan sebagai salah satu band rock legendaris komunitas di Madura.
Band yang lahir pada 1 Januari 1994 itu hingga kini tetap aktif bermusik dan konsisten membawa semangat perdamaian, solidaritas, serta persaudaraan ala Generasi Biru.
Eksistensi PISS Band tidak hanya dikenal di kalangan pencinta musik rock, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan komunitas Slankers di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Band ini diperkuat oleh Matrisk pada drum, Udick sebagai vokalis, Dedenk di posisi bass, Ipunk gitaris, dan Pirloh pada keyboard.
Selama lebih dari 30 tahun, mereka terus menjaga karakter musik rock komunitas yang tumbuh dari semangat kebersamaan dan kebebasan berekspresi.
Nama PISS Band semakin melekat di hati penggemarnya karena perjalanan mereka tidak bisa dipisahkan dari lahirnya Slank Fans Club (SFC) Sumenep yang resmi terdaftar di pusat Jakarta pada 27 Desember 2002.
Pada masa awal perkembangan komunitas, kawasan Jalan Pujangga, Kepanjin, Sumenep menjadi titik berkumpul para Slankers dan musisi jalanan.
Kini, setelah melewati berbagai era musik, PISS Band kembali menjadi sorotan publik setelah dipastikan tampil dalam ajang “Parade Band Legend Madura 2026” yang akan digelar pada 16 Mei 2026 di Tribun Pujasera depan GOR Indoor Sampang.
Penampilan tersebut diprediksi menjadi magnet besar bagi pencinta musik rock Madura dan komunitas Slankers dari berbagai daerah.
Personil PISS Matrisk mengatakan perjalanan panjang PISS Band bukan untuk mengejar popularitas ataupun status legenda, melainkan menjaga semangat Generasi Biru agar tetap hidup lintas generasi.
“Kami sebenarnya bukan legend. Kami hanya ingin terus membawa pesan damai, kebersamaan, dan persaudaraan kepada semua orang,” kata Matrisk kepada media ini, Kamis (14/05/2026) sore.
Menurutnya, musik memiliki kekuatan untuk menyatukan perbedaan dan mempererat solidaritas di tengah kehidupan sosial masyarakat.
“Yang kami jaga sampai sekarang bukan sekadar band, tetapi nilai persaudaraan yang sudah tumbuh sejak awal kami berdiri,” ujarnya.
Sementara itu, vokalis PISS Band, Udick, yang juga dikenal sebagai alumni SMAN 1 93 Sumenep, mengaku bangga karena band yang dirintis sejak muda itu masih mendapat tempat di hati masyarakat Madura.
“Kami tumbuh dari komunitas kecil dan bertahan sampai sekarang karena rasa cinta terhadap musik serta loyalitas antar teman,” ungkap Udick.
Vokalis berambut gondrong ini berharap generasi muda tetap menjaga semangat solidaritas dan tidak melupakan akar budaya komunitas musik jalanan yang selama ini menjadi ruang persatuan anak muda.
“Musik rock bukan hanya hiburan. Di dalamnya ada pesan kebebasan, kepedulian sosial, dan semangat saling menghormati,” tegasnya.
Kehadiran PISS Band di Parade Band Legend Madura 2026 dipastikan menjadi momentum nostalgia bagi para penggemar musik rock lawas di Madura.
Lebih dari sekadar konser, penampilan tersebut menjadi bukti bahwa semangat Generasi Biru dan solidaritas komunitas musik masih terus hidup hingga hari ini. (REDJAVA****)










