JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sabtu yang biasanya tenang di Kabupaten Sumenep berubah drastis menjadi hari penuh ketegangan.
Dua peristiwa berturut-turut yang dilaporkan ke layanan darurat SiLaPor 112 memantik perhatian luas masyarakat: kebakaran tumpukan kayu jati di Saronggi, dan kemunculan biawak berukuran besar di tengah permukiman padat Kota Sumenep.
Sekitar pukul 10.36 WIB, kepulan asap hitam tebal terlihat membubung dari Dusun Tanjung, RT 4, Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ternyata, tumpukan kayu jati milik warga terbakar hebat. Pelapor atas nama Bapak Rofiq segera menghubungi Call Center 112, meminta pertolongan darurat.
Menanggapi laporan itu, Kabid Damkar Sumenep, Sugiyanto, mewakili Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Sumenep, menyampaikan bahwa tim segera diterjunkan ke lokasi.
“Kami kerahkan satu unit armada bersama petugas ke titik api. Alhamdulillah api berhasil dikendalikan dan tidak menjalar ke rumah warga di sekitar lokasi,” ujarnya kepada media ini, Sabtu (12/07/2025).
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun tumpukan kayu habis terbakar, dan kerugian materi diperkirakan jutaan rupiah.
Hanya berselang tiga jam kemudian, pukul 13.46 WIB, hewan buas menggemparkan warga di Salon Dewi Tasya, Desa Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep. Seekor biawak besar tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan membuat penghuni rumah panik.
Pelapor bernama Mbak Ria melaporkan kejadian tersebut ke SiLaPor 112. Tim Damkar yang dilatih khusus untuk evakuasi hewan liar segera bergerak cepat.
“Biawak itu masuk ke ruang tamu dan cukup agresif. Kami lakukan evakuasi menggunakan alat khusus agar tidak melukai hewan maupun merusak properti warga,” jelas Sugiyanto.
Proses evakuasi berjalan aman dan cepat. Hewan tersebut kemudian dilepasliarkan ke habitat alaminya setelah dinyatakan tidak membahayakan.
Kedua kejadian ini menjadi gambaran nyata kecepatan dan kesiapsiagaan layanan darurat SiLaPor 112 di Kabupaten Sumenep. Koordinasi antar-instansi berjalan efektif, dengan armada, personel, dan peralatan yang siap siaga 24 jam.
“Kami imbau warga untuk tidak panik jika terjadi kondisi darurat. Segera hubungi 112, karena tim kami siap 24 jam melayani masyarakat,” pungkas Sugiyanto.
SiLaPor 112 kembali menegaskan komitmennya: hadir sebagai garda terdepan penanganan kedaruratan di Kabupaten Sumenep. (REDJAVA****)








