JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dari balik tembok tinggi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep, harapan baru tengah tumbuh. Lahan kosong yang dulu tak terurus kini menjelma menjadi kebun hijau yang subur.
Puluhan warga binaan dengan penuh semangat mengolah tanah, menanam kangkung dan cabai, hingga merawatnya dengan telaten.
Program ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam biasa, melainkan bagian dari strategi besar Rutan Sumenep dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan memanfaatkan setiap jengkal lahan yang ada, mereka diajarkan teknik pertanian modern yang bisa menjadi bekal hidup setelah bebas nanti.
Kepala Rutan Sumenep, Ridwan Susilo, menegaskan bahwa program ketahanan pangan ini selaras dengan visi besar pemasyarakatan yang lebih humanis dan memberdayakan.
“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tidak sekadar menjalani hukuman, tetapi juga memiliki keterampilan nyata yang bisa mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya, Selasa (25/2/2025).
Warga binaan pun merespons positif program ini. Bagi mereka, bekerja di kebun bukan hanya soal mengisi waktu, tetapi juga proses pembelajaran yang membangkitkan rasa percaya diri.

Salah satu warga binaan mengaku baru pertama kali belajar bercocok tanam dan merasa bangga bisa menumbuhkan tanaman dengan tangannya sendiri.
Tak berhenti di situ, Rutan Sumenep berencana memperluas jenis tanaman yang dibudidayakan, termasuk sayuran dan buah-buahan bernilai ekonomi tinggi.
“Jika hasil panen melimpah, tidak menutup kemungkinan kita akan dipasarkan sebagai produk pertanian hasil karya warga binaan,” jelasnya.
Dengan langkah ini, Rutan Sumenep bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga laboratorium kehidupan, di mana setiap individu yang pernah terjerat masalah hukum bisa bangkit dan menemukan jalan baru untuk masa depan yang lebih baik. (REDJAVA****)









