JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ratusan pengunjung memadati Graha Adipoday, Kota Sumenep, pada Minggu pagi (6/7/2025) untuk menyaksikan peluncuran resmi Arinna Hidayah Bakery.
Suasana penuh semangat dan aroma roti yang baru matang dari dapur demo menyambut hangat para tamu, menandai dimulainya sebuah usaha baru yang menjanjikan.
Bakery yang digagas oleh Hj. Arinna Hidayah ini hadir dengan misi sosial yang kuat: menggerakkan ekonomi keluarga, memberdayakan perempuan, dan menjadikan usaha sebagai jalan ibadah.
“Kami ingin setiap produk membawa keberkahan dan manfaat. Bukan sekadar roti, ini niat baik yang ingin terus dirawat,” ujarnya singkat.
Acara launching turut dimeriahkan oleh Arumi Bachsin, tokoh perempuan Jawa Timur, serta Chef Marinka yang menggelar demo membuat brownies dan roti manis khas Arinna. Interaksi antara Chef Marinka dan para tamu membawa suasana lebih akrab dan inspiratif.
Tak hanya menghadirkan produk unggulan, Arinna Hidayah Bakery juga menerima sertifikat halal dari Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep sebagai bentuk komitmen terhadap mutu dan legalitas.
Salah satu dukungan kuat datang dari Dewan Pimpinan Cabang Indonesia Sport and Special Interest Tourism Association (DPC ISSITA) Kabupaten Sumenep, yang melihat kehadiran bakery ini sebagai langkah strategis dalam penguatan sektor UMKM dan wisata kuliner lokal.
Ketua DPC ISSITA, Dr. Naghfir, SHI, SH, MKn, menilai peluncuran Arinna Hidayah Bakery tidak hanya memperkaya pilihan kuliner masyarakat, tetapi juga memiliki dimensi strategis yang jauh lebih luas.
“Ini bukan sekadar toko roti. Ini adalah manifestasi dari geliat ekonomi kreatif berbasis lokal. Kita menyaksikan bagaimana sebuah produk rumahan bisa dikembangkan dengan pendekatan profesional, menjangkau pasar lebih luas tanpa kehilangan keaslian rasa dan budaya,” kata Dr. Naghfir kepada media ini, Minggu (06/07/2025) malam.
Dr. Naghfir menyoroti pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan komunitas dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat.
Menurutnya, kehadiran Arinna Hidayah Bakery membuktikan bahwa dengan semangat inovasi dan visi yang jelas, UMKM di daerah bisa bersaing secara nasional, bahkan global.
“Bagi ISSITA, ini juga erat kaitannya dengan pengembangan pariwisata minat khusus, khususnya wisata kuliner. Produk-produk seperti yang ditawarkan Arinna Bakery bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan, terutama mereka yang mencari pengalaman lokal yang otentik,” ujarnya.
Ia berharap model usaha seperti ini dapat direplikasi di berbagai titik di Sumenep, terutama oleh pelaku UMKM perempuan.
“Kita butuh lebih banyak contoh seperti ini. Usaha yang punya cita rasa, identitas, dan kontribusi nyata terhadap ekonomi daerah,” tambahnya.
Menurutnya, dengan pertumbuhan sektor UMKM yang sehat dan terarah, Sumenep tidak hanya akan kuat secara ekonomi, tetapi juga memiliki daya saing pariwisata yang semakin menjanjikan.
“Bila semua elemen mendukung, saya yakin kita akan melihat Sumenep sebagai salah satu pusat unggulan ekonomi kreatif di Jawa Timur,” pungkas Dr. Naghfir. (REDJAVA****)












