Harga Bumbu Dapur di Sumenep Naik saat Musim Hajatan, UPT Pasar: Masih Terkendali dan Dalam Batas Wajar

- Redaksi

Rabu, 18 Juni 2025 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala UPT Pasar Diskop UKM Perindag Kabupaten Sumenep, H. Ibnu Hajar

Plt Kepala UPT Pasar Diskop UKM Perindag Kabupaten Sumenep, H. Ibnu Hajar

JAVANETWORK CO. ID. SUMENEP – Memasuki musim hajatan atau musim mantenan yang sudah berlangsung di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep, harga sejumlah bumbu dapur di pasar tradisional mengalami kenaikan yang cukup terasa.

Kenaikan ini terjadi di tengah tingginya kebutuhan masyarakat untuk keperluan pesta pernikahan, tasyakuran, dan berbagai hajatan lainnya.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar, seperti Pasar Anom Baru dan Pasar Bangkal, harga bumbu dapur mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga bawang merah kini menembus Rp 42 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 30 ribu. Cabai rawit yang biasanya dijual Rp 35 ribu kini mencapai Rp 60 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Sentuhan Ketua TP PKK Kabupaten Turun Gunung Kunjungi Balita Stunting di Pelosok Pasongsongan

Sementara itu, tomat mengalami kenaikan dari Rp 18 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilogram, dan bawang putih naik dari Rp 28 ribu menjadi Rp 38 ribu per kilogram.

Plt. Kepala UPT Pasar Diskop UKM Perindag Kabupaten Sumenep, Ibnu Hajar menjelaskan bahwa kenaikan harga ini merupakan hal yang umum terjadi setiap kali masyarakat memasuki musim hajatan, apalagi dengan intensitas acara yang cukup padat pada pertengahan tahun.

“Memang sekarang sudah masuk musim mantenan, di mana permintaan terhadap bumbu dapur meningkat drastis. Hampir setiap akhir pekan ada acara pernikahan di berbagai kecamatan. Ini tentu berdampak pada lonjakan kebutuhan bahan pokok, terutama bumbu-bumbu masakan,” ujarnya, Rabu (18/06/2025). 

Menurut Ibnu Hajar, selain permintaan yang meningkat, faktor cuaca juga turut memengaruhi. Kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa minggu terakhir menghambat proses panen dan distribusi dari daerah penghasil ke pasar-pasar tradisional.

Baca Juga :  UPT PPD Sumenep Matangkan Strategi Opsen PKB dan BBNKB Melalui Capacity Building Pengelolaan Pajak 2026

Hal ini menyebabkan pasokan sedikit tersendat, sehingga harga komoditas mengalami penyesuaian.

Meski demikian, ia memastikan bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini masih dalam batas kewajaran dan tetap terkendali.

Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui UPT Pasar terus melakukan pemantauan harga setiap hari untuk memastikan ketersediaan barang dan menekan potensi lonjakan harga yang berlebihan.

“Kami terus berkoordinasi dengan para pedagang, tengkulak, dan juga dinas terkait untuk memantau situasi di pasar. Tujuannya agar harga tetap stabil, pasokan terjaga, dan masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya,” tambahnya.

Ibnu Hajar juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan aksi borong yang dapat memicu kelangkaan.

Baca Juga :  Tiga Drama Evakuasi dalam Dua Hari, Damkar Sumenep Jadi Sorotan Publik

Ia menyebut bahwa secara umum stok bahan pokok di pasar masih aman dan mencukupi.

“Pemerintah hadir dan terus berupaya menjaga stabilitas harga agar masyarakat tetap tenang dan kebutuhan sehari-hari tetap dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

KDKMP Sumenep Disorot, DPRD Pertanyakan Mekanisme Lelang, Kepala Desa Mengaku Tak Dilibatkan
Istighatsah Jadi Awal Semarak HUT ke-81 RI, Kemenag Sumenep Tegaskan Semangat Pengabdian untuk Indonesia
Korban Tenggelam di Giligenting Ditemukan, Polresta Sumenep Pastikan Penanganan Sesuai SOP
Pemkab Sumenep Perkuat Penanganan Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Lewat Posko Tanggap Darurat
Kemenag Sumenep Bersama BAZNAS, LAZISNU dan Mitra Bedah Rumah, Abdul Wasid: Zakat Harus Berdampak Nyata
Wabup Sumenep Pimpin Rakor Forkopimda, Salurkan Bantuan dan Pastikan Korban Kapal Terbakar Dilayani Maksimal
Ribuan Anak PAUD Bakal Semarakkan Gebyar PAUD Ceria 2026, Dinas Pendidikan Sumenep Perkuat Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini
Wabup Sumenep Sebut Lomba HUT ke-81 RI Perkuat Sinergi dan Semangat Kerja ASN

BERITA TERKAIT

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:56 WIB

KDKMP Sumenep Disorot, DPRD Pertanyakan Mekanisme Lelang, Kepala Desa Mengaku Tak Dilibatkan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Istighatsah Jadi Awal Semarak HUT ke-81 RI, Kemenag Sumenep Tegaskan Semangat Pengabdian untuk Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Korban Tenggelam di Giligenting Ditemukan, Polresta Sumenep Pastikan Penanganan Sesuai SOP

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Penanganan Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Lewat Posko Tanggap Darurat

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Kemenag Sumenep Bersama BAZNAS, LAZISNU dan Mitra Bedah Rumah, Abdul Wasid: Zakat Harus Berdampak Nyata

BERITA TERBARU