JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam semangat Iduladha 1446 Hijriyah, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sumenep menggelar penyembelihan dan penyaluran hewan kurban sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat. Lewat program nasional bertajuk “Bahagianya Berkurban: Tebar 2,3 Juta Paket Kurban”, PKS menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daratan dan kepulauan Kabupaten Sumenep.
Penyembelihan hewan kurban dilakukan di dua lokasi utama, yakni di belakang Kantor DPD PKS Sumenep untuk wilayah daratan, dan di DPC PKS Sapeken untuk kawasan kepulauan. Total hewan kurban yang disembelih terdiri dari dua ekor sapi dan tiga ekor kambing, yang kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil.
Ketua Panitia Kurban, Herliyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang telah menjadi tradisi DPD PKS Sumenep. Ia menegaskan bahwa distribusi daging kurban dilakukan secara merata melalui jaringan pengurus DPC dan DPRa di seluruh wilayah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan sekadar ibadah, tapi juga bentuk kontribusi sosial dan keberpihakan kepada masyarakat akar rumput, baik di darat maupun di kepulauan,” ujarnya.
Sementara disisi lain, Ketua Umum DPD PKS Sumenep, Rimbun Hidayat, menyebut bahwa penyembelihan dan penyaluran daging kurban ini bertujuan untuk menyebarkan kebahagiaan dan menumbuhkan rasa solidaritas antarsesama.
“Tema ‘Bahagianya Berkurban’ kami angkat untuk menggambarkan betapa indahnya berbagi. Melalui daging kurban ini, kami ingin hadir membawa senyum dan harapan, terutama di daerah-daerah pelosok yang belum pernah merasakan program seperti ini,” tuturnya, Minggu (08/06/2025)
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan kurban ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah, khususnya dalam pemenuhan gizi dan penguatan ketahanan pangan di wilayah-wilayah yang selama ini masih terpinggirkan.
“Kami ingin memastikan bahwa semangat kurban benar-benar menyentuh hati dan perut rakyat, terutama di sudut-sudut negeri yang selama ini jarang tersentuh kepedulian,” pungkas Rimbun. (REDJAVA****)








