JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membayar pajak kendaraan bermotor secara tepat waktu.
Salah satu langkah konkret dilakukan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPT PPD) Sumenep bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep melalui pelaksanaan operasi edukasi dan kepatuhan pajak di dua titik strategis.
Operasi berlangsung di depan Kantor Pemkab Sumenep, Jalan Dr. Cipto dan di jalur utama Jalan Raya Nasional, Desa Gunggung, Kecamatan Batuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi menuju siang hari ini menyasar pengendara kendaraan bermotor roda dua dan empat yang melintasi dua jalur tersebut.

Kepala UPT PPD Sumenep, Samtiono, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar operasi rutin, melainkan bagian dari agenda edukatif yang bertujuan menyentuh sisi kesadaran publik.
Menurutnya, keberadaan petugas di lapangan tidak hanya untuk mengingatkan kewajiban pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), tetapi juga sebagai sarana membangun komunikasi yang produktif dengan masyarakat.
“Pajak daerah, khususnya dari sektor kendaraan bermotor, merupakan sumber penting pembiayaan pembangunan. Maka dari itu, kami mengemas kegiatan ini secara humanis. Kami berdialog langsung dengan pengguna jalan, menyampaikan informasi dan manfaat membayar pajak secara tepat waktu,” ujar Samtiono di sela kegiatan.
Ia menambahkan, pendekatan seperti ini dirasa jauh lebih efektif dibandingkan metode penindakan.
Karena dengan komunikasi langsung, masyarakat bisa memperoleh pemahaman yang lebih utuh tentang kontribusi mereka terhadap daerah.

“Kami ingin menggugah kesadaran, bukan menciptakan ketakutan. Maka dari itu, operasi ini tidak disertai penilangan atau tindakan hukum lainnya,” tegasnya.
Operasi edukatif ini turut melibatkan lima personel dari Unit Tugas Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Tujarwali) Satlantas Polres Sumenep.
IPDA Dita, S.H., selaku Kanit Tujarwali Satlantas, menyebut pihaknya siap mendukung penuh operasi lintas sektor yang berorientasi pada kepentingan publik ini.
“Kami hadir untuk membantu pelaksanaan teknis di lapangan. Petugas kami turut mendampingi dalam memberikan informasi serta menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Edukasi seperti ini adalah bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas dan taat administrasi,” jelas IPDA Dita.
Selain petugas kepolisian dan UPT PPD, tim dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep juga hadir dan terlibat aktif.
Nuruddin mewakili Bapenda menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari sinergi strategis antarlembaga pemerintah.
“Kami melihat inisiatif ini sangat tepat sasaran. Ketika berbagai instansi bersatu untuk menyosialisasikan pentingnya pajak kendaraan, masyarakat pun lebih mudah memahami bahwa ini bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan daerah,” ujar Nuruddin.
Pihaknya menambahkan bahwa sektor pendapatan dari PKB dan BBNKB merupakan salah satu komponen utama dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Maka, keberhasilan meningkatkan kesadaran wajib pajak berarti pula memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Menariknya, selama pelaksanaan operasi, petugas juga memberikan selebaran informasi mengenai cara pembayaran pajak kendaraan secara daring melalui aplikasi resmi, serta mengimbau masyarakat agar memanfaatkan kemudahan layanan digital yang telah disiapkan pemerintah.
Sejumlah pengendara yang ditemui di lokasi pun memberikan respons positif. Mereka mengapresiasi pendekatan persuasif yang digunakan, karena dianggap lebih mendidik dan informatif ketimbang model operasi konvensional yang cenderung bersifat represif.
Lebih lanjut, Samtiono menegaskan bahwa operasi semacam ini akan terus dilaksanakan secara periodik, terutama di jalur-jalur lalu lintas yang memiliki volume kendaraan tinggi.
“Ini adalah bagian dari pelayanan publik yang ingin kami wujudkan secara berkesinambungan. Dengan membangun kedekatan dan komunikasi yang baik, kami yakin masyarakat akan makin sadar dan taat dalam menunaikan kewajiban pajaknya,” pungkasnya. (REDJAVA****)










