JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Semangat berbagi tak pernah surut. Komunitas Kita Berbagi Sumenep (KBS) kembali menunjukkan konsistensinya dalam menghidupkan nilai-nilai kepedulian sosial melalui program unggulan mereka yang telah berjalan rutin setiap hari Jumat, yakni Nasi BUNGTURAT (Nasi Bungkus Tujuan Akhirat).
Pada hari ini, Jumat (09/05/2025), sebanyak 70 bungkus nasi kembali dibagikan kepada para penerima manfaat yang tersebar di sejumlah titik di wilayah Kota Sumenep.
Program ini menyasar para pekerja harian, pemulung, tukang becak, buruh bangunan, serta masyarakat marjinal lainnya yang kerap luput dari perhatian.
Dengan semangat “Sedikit Darimu, Berarti Untuknya”, KBS berusaha menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan mereka yang membutuhkan.
Menurut Ahmad Zahrudin, salah satu penggerak utama KBS, program ini bukan hanya sekadar kegiatan sosial semata, tetapi juga merupakan bentuk konkret dari kepedulian antarsesama serta upaya menanamkan nilai spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah, program Nasi BUNGTURAT masih terus berjalan hingga hari ini, bahkan kami melihat semakin banyak masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi menjadi donatur. Ini bukti bahwa kebaikan itu menular dan semangat berbagi tidak mengenal batas,” ujarnya kepada media ini.
Zahrudin juga menyampaikan bahwa program ini berjalan murni atas dasar kerelawanan dan semangat gotong royong.
Para relawan turun langsung membagikan nasi bungkus ke berbagai lokasi, mulai dari pasar tradisional, terminal, hingga sudut-sudut jalan tempat para pekerja informal mencari nafkah.
“Kadang kami berbagi sambil berdialog, menanyakan kabar mereka. Tidak sedikit dari mereka yang hanya makan sekali sehari. Maka ketika kami datang membawa nasi bungkus, senyum mereka menjadi hadiah terbesar bagi kami,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa KBS akan terus berupaya menjaga istiqomah dalam menjalankan program ini.
Selain Nasi BUNGTURAT, komunitas ini juga berencana memperluas program sosial lainnya, seperti bantuan sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, dan edukasi sosial bagi masyarakat bawah.
“Ini bukan tentang seberapa banyak yang kita beri, tetapi tentang bagaimana kita mau peduli. Harapan kami, KBS bisa menjadi rumah kebaikan bagi siapa saja yang ingin berbagi,” pungkas Ahmad Zahrudin.
Dengan semangat kolektif dan hati yang tulus, KBS mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam gerakan ini. Karena sejatinya, kebaikan sekecil apapun, jika dilakukan bersama-sama, akan menciptakan dampak yang besar bagi kehidupan banyak orang. (REDJAVA****)












