JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP — Kejadian dramatis mengguncang Perempatan Tugu Kuda, Desa Pamolokan, Kelurahan Karangduak dan Kepanjin, Kecamatan Kota Sumenep, Minggu (27/4/2025) sore.
Tumpahan solar membanjiri badan jalan, menciptakan kepanikan luar biasa di tengah padatnya arus lalu lintas.
Insiden tersebut pertama kali dilaporkan ke Call Center 112 Kabupaten Sumenep pada pukul 15.53 WIB oleh Ibnu dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lokasi kejadian berada di jalur vital menuju Jalan Pahlawan, salah satu urat nadi transportasi utama di Kota Keris.
Menanggapi laporan darurat itu, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sumenep bergerak cepat.
Melalui koordinasi intensif di lapangan, Kepala Satpol PP dan Damkar Sumenep, melalui Kepala Bidang Damkar, Sugiyanto, mengonfirmasi bahwa upaya evakuasi dan penanganan dilakukan dalam waktu singkat.
“Kami langsung mengerahkan unit ke lokasi begitu menerima informasi. Prioritas kami adalah memastikan jalan aman dilalui dan menghilangkan potensi bahaya bagi pengguna jalan,” ujar Sugiyanto kepada media ini usai kejadian.
Sugiyanto mengungkapkan, kondisi jalanan saat itu sangat licin akibat tumpahan solar, bahkan sempat menyebabkan satu pengendara terjatuh.

Beruntung, berkat respons cepat petugas, tidak ada korban luka maupun korban jiwa.
Pembersihan tumpahan solar dilakukan dengan metode kombinasi: penyemprotan air bertekanan tinggi dan penaburan pasir untuk menetralisir kelicinan.
“Proses pembersihan berlangsung hampir satu jam hingga situasi benar-benar aman untuk dilalui kembali,” terangnya.
Lebih lanjut, Sugiyanto menyebutkan bahwa pihaknya bersama BPBD dan instansi terkait tengah menyelidiki sumber tumpahan.
“Dugaan sementara, solar berasal dari kendaraan pengangkut bahan bakar yang bocor saat melintas,” jelasnya.
Insiden ini menjadi alarm keras bagi pentingnya pengawasan ketat terhadap kendaraan pengangkut bahan berbahaya.
Masyarakat pun menyerukan adanya peningkatan sistem pengamanan di titik-titik strategis Kota Sumenep, mulai dari pemasangan rambu peringatan hingga memperketat inspeksi kendaraan berat.
“Ini bukan sekadar insiden biasa. Ini alarm nyata bagi keselamatan bersama,” tegas Sugiyanto.
(REDJAVA****)








