Kisah Enam Pelaut Asal Pamekasan Melawan Maut, Terombang Ambing di Perairan Laut Sumenep

- Redaksi

Jumat, 28 Maret 2025 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses Evakuasi Penyelamatan Pelaut Asal Pamekasan Yang Terdampar di Pulau Kangean

Proses Evakuasi Penyelamatan Pelaut Asal Pamekasan Yang Terdampar di Pulau Kangean

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Laut Sumenep kembali menorehkan kisah dramatis tentang perjuangan hidup. Enam anak buah kapal (ABK) KLM. Sampurna GT. 80 asal Pasean, Pamekasan, berhasil selamat setelah tiga hari terombang-ambing di lautan usai kapal mereka tenggelam di perairan utara Sumenep.

Mereka ditemukan pada Kamis (27/3/2025) pagi oleh nelayan setempat di perairan Dusun Nyamplong Ondung, Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa, sekitar dua mil dari bibir pantai. Kondisi mereka lemah, tetapi semangat bertahan hidup yang luar biasa membuat mereka mampu menghadapi ganasnya ombak selama berhari-hari.

Insiden ini bermula pada Senin (24/3/2025) sore, ketika KLM. Sampurna yang membawa 220 meter kubik kayu gellam bertolak dari Kalimantan Tengah menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Kapal yang dikomandoi Moh Sai (55) bersama lima ABK lainnya itu awalnya berlayar dengan lancar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di tengah perjalanan, Selasa (25/3/2025) pagi, kapal mengalami kerusakan serius pada pompa air. Sistem pembuangan air lumpuh total, menyebabkan lambung kapal terus terisi air. Meski sempat melakukan berbagai upaya perbaikan, nasib berkata lain kapal perlahan-lahan tenggelam di sekitar perairan Pulau Giliyang, sekitar 23 mil dari pantai.

“Kami hanya bisa berpegangan pada kayu dan galon untuk membuat rakit darurat,” ujar Moh Sai dengan suara bergetar, mengenang momen kritis itu.

Hari demi hari berlalu. Tanpa makanan dan hanya mengandalkan sisa air hujan yang tertampung di pelampung, mereka bertahan dengan harapan ada kapal yang melintas. Malam-malam di laut terasa begitu panjang, gelap, dan dingin. Ombak yang datang silih berganti menghempaskan mereka ke arah yang tak tentu.

“Kami sempat putus asa, tetapi satu sama lain terus menyemangati. Kami percaya, pasti ada pertolongan,” tambahnya.

Kamis pagi, saat matahari baru saja menampakkan sinarnya, nelayan bernama Jupri yang sedang melaut melihat pemandangan ganjil sekelompok orang melambaikan kain, tanda darurat yang sudah dikenal baik oleh para pelaut. Tanpa ragu, ia bersama rekannya mendekati mereka.

Baca Juga :  Saat Perempuan Bergerak, Kepedulian Tumbuh: Aksi DWP Dinas Perikanan Sumenep Menggetarkan

Saat perahu nelayan semakin dekat, terlihat wajah-wajah penuh kelelahan dan harapan.

“Ketika kami mendekat, mereka langsung menangis. Ada yang langsung sujud syukur di atas perahu kami,” ungkap Jupri.

Tanpa membuang waktu, keenam korban dibawa ke rumah warga setempat untuk diberi makanan dan minuman, sebelum akhirnya dilaporkan ke Polsek Kangean.

Baca Juga :  Dikmas Mahameru Lantas, Satlantas Polres Sumenep Imbau Larangan Knalpot Brong

Kapolsek Arjasa IPTU Datun yang tiba beberapa jam kemudian memastikan kondisi mereka stabil meski mengalami kelelahan hebat dan dehidrasi ringan. Seluruh korban kemudian dibawa ke Puskesmas Arjasa untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut sebelum dievakuasi ke Sumenep.

Tepat pukul 13.00 WIB, tim KN SAR Permadi mengangkut mereka dari Pelabuhan Batuguluk, Arjasa, menuju Pelabuhan Kalianget. Diperkirakan, mereka tiba di daratan utama Sumenep sekitar pukul 19.00 WIB.

Keberhasilan operasi penyelamatan ini tak lepas dari kerja sama berbagai pihak. Tim KN SAR Permadi, Polairud, Pos SAR Sumenep, dan nelayan setempat bekerja bahu-membahu, meski harus menghadapi cuaca yang kurang bersahabat gelombang setinggi 1,5 meter dan hujan ringan yang membuat navigasi semakin sulit.

Kasat Polairud Polres Sumenep, AKP Moch. Rofiq, S.H., mengungkapkan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penyelamatan ini.

“Ini adalah bukti bahwa dengan koordinasi yang cepat dan kerja sama yang solid, kita bisa menyelamatkan nyawa dalam situasi genting. Alhamdulillah, keenam ABK ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya, Jum’at (28/03/2025)

Kini, setelah tiga hari berjuang di tengah ganasnya lautan, keenam pelaut itu akhirnya bisa kembali menginjakkan kaki di daratan sebuah keajaiban yang hanya bisa terjadi berkat ketangguhan, keberuntungan, dan tangan-tangan penyelamat yang sigap bertindak.

Baca Juga :  Jalin Sinergi, Dandim 0827/Sumenep Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat Pragaan

Nama-Nama ABK yang Selamat:

1. Moh Sai (55) – Nahkoda, asal Desa Sotaber, Kecamatan Pasean, Pamekasan.

2. Hosen (53) – ABK, asal Desa Tloto Raje, Kecamatan Pasean, Pamekasan.

3. Ali Wafa (45) – ABK asal Desa Sotaber, Kecamatan Pasean, Pamekasan.

4. Askuryadi (46) – ABK, asal Desa Sotaber, Kecamatan Pasean, Pamekasan.

5. Johari (25) – ABK, asal Desa Sotaber, Kecamatan Pasean, Pamekasan.

6. Adnan (60) – ABK, asal Desa Sotaber, Kecamatan Pasean, Pamekasan.

Setelah cobaan berat di tengah samudra, keenam ABK ini kini punya satu kisah yang akan selalu mereka kenang seumur hidup kisah bagaimana mereka melawan maut dan menang. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU