JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP – Matahari baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur, memantulkan keemasan pada hamparan padi yang menguning di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep. Di bawah langit yang bersahabat, ratusan petani bersiap menyambut momen puncak dari kerja keras berbulan-bulan panen raya.
Di tiga desa, Laok Jangjang, Bilis Bilis, dan Paseraman kegembiraan tergambar jelas di wajah para petani. Jerih payah mereka akhirnya terbayar. Bagi mereka, panen ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bukti nyata ketangguhan dalam menghadapi tantangan, sekaligus langkah maju menuju swasembada pangan 2025.
Kebahagiaan para petani semakin lengkap dengan kehadiran Danramil 0827/18 Kangean, Kapten Inf Asep Kusnadi, yang turun langsung ke sawah, berdampingan dengan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa perjuangan petani tidaklah sendiri ada dukungan dari berbagai pihak yang peduli terhadap masa depan pangan negeri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Panen raya kali ini mencatat hasil menggembirakan:
– Desa Laok Jangjang (Dusun Ngomber): 0,4 hektare, dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Melati Indah di bawah kepemimpinan Pak Sauda, dengan pemilik lahan Pak Rahman.

– Desa Bilis Bilis (Dusun Telaga Lalang): 0,7 hektare, dikelola oleh Poktan Bilis Bilis Indah, dipimpin Bapak Garudin, dengan pemilik lahan Bapak Mad Rapik.
– Desa Paseraman (Dusun Arkanale): 2,5 hektare, dikelola oleh Poktan Setampek Jaya yang diketuai Bapak Surawi, dengan pemilik lahan Bapak Ali.
Meski luas lahan tak seberapa dibandingkan daerah lumbung padi nasional, panen ini menjadi bukti bahwa pertanian di Kangean terus bergerak maju. Para petani tak hanya berjuang melawan cuaca yang kerap tak menentu, tetapi juga menghadapi keterbatasan akses pupuk dan sistem irigasi yang masih mengandalkan tadah hujan.
Danramil 0827/18 Kangean, Kapten Inf Asep Kusnadi, memberikan apresiasi tinggi kepada para petani yang terus bekerja keras demi kemandirian pangan daerah.

“Petani adalah pejuang sejati dalam ketahanan pangan. Mereka bukan hanya menghidupi keluarganya, tetapi juga menjadi tulang punggung bagi bangsa. Kami dari TNI siap mendukung penuh, termasuk dalam pengawalan distribusi pupuk dan pendampingan teknis agar hasil panen semakin optimal,” ujarnya kepada media ini, Selasa (04/03/2025).
Lebih lanjut, Kapten Asep menekankan bahwa TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam memastikan program Swasembada Pangan 2025 dapat terwujud, terutama di daerah kepulauan seperti Kangean.
Ia juga mengimbau para petani untuk segera bersiap memasuki musim tanam kedua, memanfaatkan curah hujan yang masih cukup tinggi. Dengan strategi yang tepat, produksi padi di Kangean diyakini bisa terus meningkat.
Di tengah kegembiraan panen, para petani tetap berharap ada perbaikan dalam ketersediaan pupuk bersubsidi dan sistem irigasi yang lebih memadai.

“Kami ingin hasil panen lebih meningkat, tapi sering terkendala pupuk yang terbatas. Jika ada bantuan dari pemerintah, kami yakin produksi padi bisa lebih melimpah,” ujar Bapak Garudin, Ketua Poktan Bilis Bilis Indah.
Harapan ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemangku kebijakan. Sebab, ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen hari ini, tetapi juga bagaimana memastikan keberlanjutannya di masa depan.
Panen raya di Kangean bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi gambaran ketangguhan petani dalam menghadapi tantangan. Di bawah terik matahari dan guyuran hujan, mereka terus berjuang agar sawah tetap subur dan lumbung tetap terisi.
Dengan sinergi antara petani, pemerintah, dan TNI, harapan untuk mewujudkan swasembada pangan 2025 bukan sekadar impian, melainkan kenyataan yang mulai dirajut dari tangan-tangan pekerja keras di pelosok negeri. (REDJAVA****)









