Petani Kangean Panen Raya: Menuju Kedaulatan Pangan di Ujung Timur Madura

- Redaksi

Selasa, 4 Maret 2025 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Kangean Panen Raya: Menuju Kedaulatan Pangan di Ujung Timur Madura

Petani Kangean Panen Raya: Menuju Kedaulatan Pangan di Ujung Timur Madura

JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP – Matahari baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur, memantulkan keemasan pada hamparan padi yang menguning di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep. Di bawah langit yang bersahabat, ratusan petani bersiap menyambut momen puncak dari kerja keras berbulan-bulan panen raya.

Di tiga desa, Laok Jangjang, Bilis Bilis, dan Paseraman kegembiraan tergambar jelas di wajah para petani. Jerih payah mereka akhirnya terbayar. Bagi mereka, panen ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bukti nyata ketangguhan dalam menghadapi tantangan, sekaligus langkah maju menuju swasembada pangan 2025.

Kebahagiaan para petani semakin lengkap dengan kehadiran Danramil 0827/18 Kangean, Kapten Inf Asep Kusnadi, yang turun langsung ke sawah, berdampingan dengan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa perjuangan petani tidaklah sendiri ada dukungan dari berbagai pihak yang peduli terhadap masa depan pangan negeri.

Panen raya kali ini mencatat hasil menggembirakan:

– Desa Laok Jangjang (Dusun Ngomber): 0,4 hektare, dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Melati Indah di bawah kepemimpinan Pak Sauda, dengan pemilik lahan Pak Rahman.

– Desa Bilis Bilis (Dusun Telaga Lalang): 0,7 hektare, dikelola oleh Poktan Bilis Bilis Indah, dipimpin Bapak Garudin, dengan pemilik lahan Bapak Mad Rapik.

– Desa Paseraman (Dusun Arkanale): 2,5 hektare, dikelola oleh Poktan Setampek Jaya yang diketuai Bapak Surawi, dengan pemilik lahan Bapak Ali.

Meski luas lahan tak seberapa dibandingkan daerah lumbung padi nasional, panen ini menjadi bukti bahwa pertanian di Kangean terus bergerak maju. Para petani tak hanya berjuang melawan cuaca yang kerap tak menentu, tetapi juga menghadapi keterbatasan akses pupuk dan sistem irigasi yang masih mengandalkan tadah hujan.

Danramil 0827/18 Kangean, Kapten Inf Asep Kusnadi, memberikan apresiasi tinggi kepada para petani yang terus bekerja keras demi kemandirian pangan daerah.

Baca Juga :  Meriahkan HUT Bhayangkara ke-77 dan Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-78, Polsek Kangayan Polres Sumenep Gelar Hiburan Ludruk Rukun Karya

“Petani adalah pejuang sejati dalam ketahanan pangan. Mereka bukan hanya menghidupi keluarganya, tetapi juga menjadi tulang punggung bagi bangsa. Kami dari TNI siap mendukung penuh, termasuk dalam pengawalan distribusi pupuk dan pendampingan teknis agar hasil panen semakin optimal,” ujarnya kepada media ini, Selasa (04/03/2025).

Lebih lanjut, Kapten Asep menekankan bahwa TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam memastikan program Swasembada Pangan 2025 dapat terwujud, terutama di daerah kepulauan seperti Kangean.

Ia juga mengimbau para petani untuk segera bersiap memasuki musim tanam kedua, memanfaatkan curah hujan yang masih cukup tinggi. Dengan strategi yang tepat, produksi padi di Kangean diyakini bisa terus meningkat.

Di tengah kegembiraan panen, para petani tetap berharap ada perbaikan dalam ketersediaan pupuk bersubsidi dan sistem irigasi yang lebih memadai.

Baca Juga :  Sumenep Lepas Para Tamu Allah: KH. Imam Hasyim Titip Akhlak Mulia ke Tanah Suci

“Kami ingin hasil panen lebih meningkat, tapi sering terkendala pupuk yang terbatas. Jika ada bantuan dari pemerintah, kami yakin produksi padi bisa lebih melimpah,” ujar Bapak Garudin, Ketua Poktan Bilis Bilis Indah.

Harapan ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemangku kebijakan. Sebab, ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen hari ini, tetapi juga bagaimana memastikan keberlanjutannya di masa depan.

Panen raya di Kangean bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi gambaran ketangguhan petani dalam menghadapi tantangan. Di bawah terik matahari dan guyuran hujan, mereka terus berjuang agar sawah tetap subur dan lumbung tetap terisi.

Dengan sinergi antara petani, pemerintah, dan TNI, harapan untuk mewujudkan swasembada pangan 2025 bukan sekadar impian, melainkan kenyataan yang mulai dirajut dari tangan-tangan pekerja keras di pelosok negeri. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bupati Fauzi Pastikan Harga Tembakau 2026 Lebih Berkeadilan, Petani Sumenep Kian Terlindungi
Penutupan Bimtek IPARI, Kemenag Sumenep Tegaskan Penyuluh Agama Jadi Agen Perubahan
Yel-Yel ‘Hidup BRIDA’ Bergema, Siswahyudi Bintoro Semarakkan Lomba Masak HUT RI ke-81
Monev Dana Desa Tahap II, Camat Batuputih Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran
TNI Peduli, Yonif 931/KJ Salurkan Dua Tangki Air Bersih kepada Warga Montorna
Polantas Menyapa, Cara Humanis Satlantas Polresta Sumenep Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas di Kalangan Sopir Ekspedisi
PN Sumenep Nilai Lomba Masak Forkopimda Jadi Momentum Pererat Silaturahmi dan Kolaborasi
Polsek Masalembu Ungkap Kasus Curat, Dua Pelaku Ditangkap, Barang Bukti Berhasil Diamankan

BERITA TERKAIT

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:03 WIB

Bupati Fauzi Pastikan Harga Tembakau 2026 Lebih Berkeadilan, Petani Sumenep Kian Terlindungi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Penutupan Bimtek IPARI, Kemenag Sumenep Tegaskan Penyuluh Agama Jadi Agen Perubahan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Yel-Yel ‘Hidup BRIDA’ Bergema, Siswahyudi Bintoro Semarakkan Lomba Masak HUT RI ke-81

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:03 WIB

Monev Dana Desa Tahap II, Camat Batuputih Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:31 WIB

TNI Peduli, Yonif 931/KJ Salurkan Dua Tangki Air Bersih kepada Warga Montorna

BERITA TERBARU