WALHI Jatim Kecam Pembiaran Kapal Cantrang di Masalembu, Desak Pemerintah Bertindak Tegas

- Redaksi

Rabu, 19 Februari 2025 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WALHI Jatim Kecam Pembiaran Kapal Cantrang di Masalembu, Desak Pemerintah Bertindak Tegas

WALHI Jatim Kecam Pembiaran Kapal Cantrang di Masalembu, Desak Pemerintah Bertindak Tegas

JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA – Laut Masalembu kembali bergejolak! Dalam sepekan terakhir, tiga kapal cantrang secara terang-terangan memasuki wilayah tangkap nelayan tradisional. Puncaknya terjadi pada Jumat, 14 Februari 2025, ketika kapal cantrang KM. Baharu tertangkap basah oleh nelayan setempat. Namun, alih-alih ditindak, kapal tersebut justru dilepaskan begitu saja oleh pihak berwenang.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur langsung bereaksi keras. Mereka menuding pemerintah gagal melindungi nelayan tradisional dan membiarkan praktik penangkapan ikan merusak terus terjadi.

“Ini bukan hanya soal kapal cantrang, ini soal keadilan! Nelayan tradisional di Masalembu sudah lama menjaga laut mereka, tapi kini justru diusir oleh kapal-kapal besar yang menghancurkan ekosistem,” tegas Wahyu Eka Styawan, Direktur Eksekutif WALHI Jawa Timur dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Rabu (19/02/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penggunaan cantrang, bom ikan, dan potasium telah lama menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut. Di pulau-pulau kecil seperti Masalembu, praktik ini bukan sekadar merusak lingkungan, tetapi juga memicu ketegangan antara nelayan tradisional dan kapal-kapal besar yang kerap datang dari luar daerah.

Baca Juga :  Polres Sumenep Gelar Refleksi Kebangsaan dan Doa Bersama Akhir Tahun untuk Keberagaman dan Kondusifitas Pasca Pilkada

Nelayan setempat mengaku semakin sulit mendapatkan hasil tangkapan sejak kapal cantrang mulai beroperasi di sekitar wilayah mereka. Jika pemerintah tidak segera turun tangan, konflik horizontal bisa pecah kapan saja.

“Kami sudah melaporkan, tapi mana tindakan tegas? Kami tidak akan tinggal diam jika laut kami terus dirampas!” ujar seorang nelayan Masalembu yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga :  SMK Nurul Islam Karangcempaka Gelar UKK, Kepala Sekolah: Lulusan Siap Bersaing di Dunia Industri

Dalam pernyataannya, WALHI Jawa Timur menuntut tindakan konkret dari pemerintah pusat dan daerah, termasuk:

1. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Pemprov Jawa Timur segera membuat kebijakan perlindungan kawasan tangkap nelayan tradisional.

Baca Juga :  Merawat Santri hingga Jadi Hafidz, Guru Diniyah Diganjar Penghargaan di Naghfir’s Institute Award 2026

2. Penegakan hukum tegas terhadap kapal cantrang dan alat tangkap ilegal lainnya.

3. Investigasi mendalam terhadap dugaan pembiaran dan pelepasan KM. Baharu oleh pihak berwenang.

Jika tuntutan ini diabaikan, WALHI mengancam akan menggalang aksi lebih besar bersama nelayan di berbagai daerah.

“Jangan tunggu sampai nelayan turun ke jalan! Pemerintah harus berpihak pada rakyat, bukan pada kapal-kapal besar yang merusak laut!” tutup Wahyu Eka Styawan. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU