JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, menegaskan bahwa gedung DPRD bukan sekadar tempat pertemuan para wakil rakyat, tetapi juga rumah besar bagi masyarakat yang ingin menyuarakan aspirasi, gagasan, dan kritik konstruktif demi kemajuan daerah.
Pernyataan itu disampaikan Zainal saat menerima perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP PGRI Sumenep di ruang kerjanya pada Jumat (14/2/2025).
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh semangat itu, ia mengajak mahasiswa untuk menjadikan DPRD sebagai ruang diskusi terbuka yang mampu melahirkan gagasan-gagasan segar bagi pembangunan Sumenep.
“Kami ingin memastikan bahwa komunikasi dengan masyarakat tetap terbuka lebar. Khususnya mahasiswa, yang selama ini dikenal sebagai motor perubahan. Kritik, ide, dan pemikiran mereka sangat berharga dalam membangun daerah ini,” ujar Zainal dengan penuh optimisme.
Ia menekankan bahwa DPRD Sumenep tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari rakyat. Sebaliknya, gedung ini harus menjadi simbol perjuangan bersama, tempat di mana setiap suara didengar dan setiap keluhan mendapat perhatian.
“Membangun Sumenep tidak bisa dilakukan sendirian. Ini tugas kita semua. Politik harus menjadi alat untuk mensejahterakan masyarakat, bukan sekadar panggung bagi segelintir elite,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Zainal juga mengungkapkan harapannya agar mahasiswa semakin aktif dalam memberikan masukan kepada DPRD. Menurutnya, kehadiran mereka bukan sekadar bentuk partisipasi, tetapi juga wujud kepedulian terhadap masa depan daerah.
“Mahasiswa itu ibarat api. Mereka membawa semangat perubahan yang tidak boleh padam. Kami di DPRD siap menjadi mitra mereka dalam perjuangan ini,” ungkapnya.
Pernyataan Zainal mendapat sambutan positif dari perwakilan BEM STKIP PGRI Sumenep. Mereka menyatakan siap menjalin komunikasi yang lebih intens dengan DPRD guna memastikan bahwa suara generasi muda benar-benar diperhitungkan dalam kebijakan daerah.
Dengan semakin terbukanya DPRD terhadap aspirasi rakyat, harapan akan terciptanya pemerintahan yang lebih inklusif dan demokratis di Sumenep semakin nyata. (REDJAVA****)












