JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Trunojoyo Kalianget memastikan kondisi cuaca di Kabupaten Sumenep dan wilayah Madura mulai berangsur stabil. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan karena perubahan suhu udara yang cukup ekstrem masih berpotensi memengaruhi kesehatan, sementara perubahan arah angin dapat memicu gelombang laut.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Trunojoyo Kalianget, Arie Widjajanto, menjelaskan hujan lokal yang sempat terjadi beberapa hari terakhir merupakan dampak suhu muka laut yang masih hangat di perairan Madura hingga Nusa Tenggara. Kondisi tersebut meningkatkan kandungan uap air sehingga pembentukan awan hujan berlangsung lebih cepat.
“Beberapa hari terakhir memang terjadi hujan bersifat lokal. Penyebab utamanya adalah suhu muka laut yang masih hangat sehingga kandungan uap air meningkat dan awan hujan lebih mudah terbentuk.” kata Ari Widjajanto dalam keterangan tertulis, Kamis (02/07/2026).
Selain suhu laut, pertemuan massa udara di kawasan Selat Madura juga memperkuat pertumbuhan awan konvektif. Namun, dinamika atmosfer kini mulai berubah sehingga peluang hujan berangsur menurun dan cuaca kembali didominasi kondisi cerah.
“Saat ini arah angin sudah berubah dari tenggara sehingga udara yang masuk lebih kering. Pasokan uap air berkurang dan pembentukan awan hujan menjadi sangat minim.” ujarnya.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap cuaca cerah sebagai kondisi yang sepenuhnya aman. Perbedaan suhu antara dini hari dan siang hari diperkirakan cukup tinggi sehingga masyarakat perlu menjaga daya tahan tubuh dan memenuhi kebutuhan cairan.
“Perubahan suhu pada musim kemarau cukup terasa. Kami mengimbau masyarakat menjaga kesehatan, memperbanyak minum air putih, dan menghindari dehidrasi saat beraktivitas.” jelas Ari sapaannya.
BMKG juga meminta nelayan dan pengguna transportasi laut terus memantau perkembangan informasi cuaca. Walaupun gelombang masih relatif aman, perubahan angin timuran menjadi angin timur murni berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di perairan Madura.
“Kondisi laut saat ini masih relatif aman. Namun jika angin berubah menjadi angin timur murni, gelombang di perairan Madura berpotensi meningkat sehingga perlu diwaspadai.” tandasnya.
BMKG mengimbau masyarakat agar rutin mengikuti informasi prakiraan cuaca resmi sebelum beraktivitas. Langkah antisipasi sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko, baik terhadap kesehatan maupun keselamatan pelayaran selama musim kemarau berlangsung.












