Kelangkaan BBM Subsidi Ancam Keuntungan Petani Tembakau Sumenep, Gapoktan Angkat Bicara

Jumat, 3 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biaya Tanam Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Terjepit Kelangkaan BBM Subsidi

Biaya Tanam Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Terjepit Kelangkaan BBM Subsidi

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Semangat petani tembakau di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, dalam menyambut musim tanam baru seolah dipadamkan oleh satu masalah yang tak kunjung usai. Saat mereka sibuk mengolah lahan dan menanam bibit, ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi justru menjadi barang yang sulit didapatkan. Padahal, bahan bakar ini sangat vital untuk menggerakkan mesin pompa air guna menjaga kelembapan lahan pertanian.

Akibat sulitnya akses BBM bersubsidi, sebagian besar petani terpaksa membeli BBM non-subsidi dengan harga yang jauh lebih tinggi. Pilihan berat ini mau tidak mau harus diambil agar irigasi tetap berjalan lancar. Padahal, beban biaya produksi sebelumnya sudah terasa berat akibat lonjakan harga pupuk, upah tenaga kerja, serta biaya pemeliharaan tanaman. Tambahan biaya pembelian BBM non-subsidi semakin memberatkan pundak petani dan menggerus peluang keuntungan di masa panen nanti.

Baca Juga :  Damkar Sumenep Tangani Tiga Laporan Darurat Beruntun dalam 24 Jam

Masyuni Ramadhan, S.M., Koordinator Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pasongsongan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi yang terjadi. Menurutnya, keluhan soal akses BBM subsidi kini menjadi sorotan utama di kalangan petani. Tanpa dukungan nyata dari pemerintah, biaya produksi akan terus melonjak, sementara harga jual tembakau belum tentu memberikan kepastian keuntungan yang layak.

“Petani saat ini berada di posisi yang sangat sulit. Harga segala kebutuhan produksi terus naik, tetapi untuk mendapatkan BBM subsidi justru semakin susah. Akibatnya, kami terpaksa membeli BBM dengan harga lebih mahal, sehingga biaya tanam sudah membengkak sejak awal musim,” kata Masyuni dengan nada prihatin kepada media ini, Jum’at (03/07/2026)

Ia menekankan perlunya langkah konkret dari pemerintah untuk meringankan beban petani. Perbaikan sistem distribusi BBM subsidi dinilai sangat mendesak. Selain itu, kebijakan yang mampu menyeimbangkan tingginya biaya produksi dengan harga jual tembakau saat panen menjadi harapan besar para petani agar jerih payah mereka tidak sia-sia.

“Kami berharap pemerintah segera menghadirkan solusi, baik melalui kemudahan akses BBM subsidi maupun penyesuaian harga beli tembakau. Dengan begitu, petani masih memiliki peluang memperoleh keuntungan yang wajar setelah mengeluarkan biaya yang sangat besar,” tambahnya.

Masyuni juga mengusulkan agar diterapkan mekanisme distribusi khusus bagi sektor pertanian. Alokasi BBM bersubsidi yang terjamin atau penerapan sistem kartu kendali bagi petani dinilai efektif agar penyaluran tepat sasaran dan menjamin ketersediaan bahan bakar selama musim tanam berlangsung.

Baca Juga :  Amani Azka Meidina, Bintang Cilik FIES Sumenep yang Menggebrak Ajang Indonesia Berbakat 2025

Hingga saat ini, para petani sangat berharap aspirasi ini segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah dan instansi terkait. Mereka ingin fokus meningkatkan kualitas tembakau tanpa terus dibayangi kekhawatiran akan ketersediaan BBM yang setiap tahun menjadi penghambat utama usaha tani mereka.

Baca Juga :  Bupati Ra Fauzi Lakukan Peletakan Batu Pertama Renovasi Masjid Al-Ishlah Tanah Merah Saronggi

Berita Terkait

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi
BMKG: Mayoritas Jawa Timur Cerah, Sumenep Jadi Wilayah yang Perlu Waspadai Angin Kencang

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:48 WIB

Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru