Fenomena Bediding Landa Sumenep, Suhu Dingin Bisa Ancam Kesehatan

- Redaksi

Senin, 15 Juli 2024 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamflet Suasana Dingin Bediding

Pamflet Suasana Dingin Bediding

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP Fenomena bediding kembali melanda wilayah Jawa Timur, Pulau Madura Umumnya, Khususnya di Kabupaten Sumenep. Bediding ini membawa suhu dingin yang ekstrem selama musim kemarau, terutama di puncak kemarau Agustus nanti.

Fenomena ini telah melanda Jawa Timur dan Madura sejak pekan lalu, sebagaimana terlihat dari unggahan Instagram @pemprovjatim. Ini juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa, Madura, Bali, dan Nusa Tenggara yang notabene berada di selatan garis khatulistiwa.

Pada wilayah ini, meski pagi hari cenderung lebih dingin, udara siang hari akan terasa lebih panas. Fenomena bediding terjadi di daerah dataran tinggi di Indonesia bagian selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut adalah fakta tentang fenomena bediding yang saat ini melanda Jawa Timur dan Madura.

Baca Juga :  Patroli Kamtibmas Polresta Sumenep Berbuah Temuan 44 Botol Miras, Polisi Sita dari Dua Toko yang Diduga Jual Miras Ilegal

1. Apa Itu Bediding?

Bediding adalah kondisi di mana suhu lingkungan terasa lebih dingin dari biasanya, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa. Fenomena ini terjadi selama musim kemarau, ketika angin monsun timuran membawa udara kering dan dingin.

2. Siklus Musiman

Bediding adalah bagian dari siklus musiman yang berlangsung dari bulan Juni hingga September. Puncak suhu dingin biasanya terjadi pada bulan Agustus, ketika aktivitas angin monsun mencapai puncaknya. Fenomena bediding disebabkan karena 4 faktor, yaitu udara kering, langit cerah, dan topografi.

3. Suhu Ekstrem

Suhu terendah yang tercatat selama fenomena bediding di Jawa bisa mencapai sekitar 11-15°C. Di tahun 2020, suhu dingin di DIY pernah mencapai 17 derajat celcius.

Baca Juga :  Nelayan Temukan 35 Kg Sabu di Perairan Masalembu, Dandim Sumenep Pastikan Positif Narkotika

4. Penurunan Curah Hujan

Fenomena bediding ditandai dengan rendahnya intensitas hujan. Kurangnya tutupan awan menyebabkan radiasi panas dari permukaan bumi tidak terperangkap, sehingga suhu udara menjadi lebih dingin. Hal ini juga mempengaruhi ketersediaan air bagi pertanian dan kebutuhan sehari-hari.

5. Dampak pada Kesehatan

Suhu dingin ekstrem dapat mempengaruhi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Masalah kesehatan yang sering muncul antara lain hipotermia dan penyakit pernapasan. Masyarakat diimbau untuk mengenakan pakaian hangat dan menjaga kondisi kesehatan.

6. Pengaruh pada Pertanian

Fenomena bediding berdampak negatif pada sektor pertanian, terutama di daerah dataran tinggi. Embun es atau frost dapat merusak tanaman, menyebabkan layu atau kematian pada tanaman. Petani diharapkan dapat melakukan langkah-langkah preventif seperti menutupi tanaman dengan bahan pelindung.

Baca Juga :  Petani Cabai Jamu Sumenep Tersenyum Sumringah, Ada Apa Gerangan?

7. Dampak pada Peternakan

Tidak hanya pertanian, sektor peternakan juga terkena dampak bediding. Suhu dingin dapat menyebabkan kematian pada hewan ternak, khususnya unggas. Peternak perlu memastikan bahwa hewan ternak mereka terlindungi dari suhu dingin dengan menyediakan kandang yang hangat dan ventilasi yang baik.

8. Tindakan Pencegahan

Untuk menghadapi dampak bediding, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau prakiraan cuaca dan suhu. Petani dan peternak disarankan untuk mengambil langkah-langkah preventif, seperti menutupi tanaman dan memastikan kandang ternak terlindungi.

Selain itu, masyarakat harus mengenakan pakaian hangat, terutama pada malam hari. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU