PPM HCML Hanya 600 Juta, IKAPMII Sapudi : Tak Sebanding..!

- Redaksi

Jumat, 21 Juli 2023 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi HCML di Pulau Sepudi

Lokasi HCML di Pulau Sepudi

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Proyek Husky – CNOOC Madura Limited (HCML) di Pulau Sapudi Sumenep, memasuki babak baru tentang anggaran PPM HCML yang hanya Rp 600 juta per tahun.

Anggaran tersebut bukan anggaran CSR, melainkan anggaran dari perusahaan yang difokuskan pada program pemberdayaan masyarakat wilayah terdampak.

Dari anggaran 600 juta per tahun itu masih dibagi menjadi 18 Desa yang berada di Pulau Sapudi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masing – masing desa mendapatkan anggaran pemberdayaan yang berbeda, behkan terbagi menjadi tiga ring.

Sekretaris LPMS, Zaini Alum menyampaikan bahwa pembagian ring – ring anggaran menyesuaikan dengan wilayah terdampak. Ada ring 1, ring 2 dan ring 3.

Ring 1 mendapatkan anggaran sebesar 55%, sementara ring 2 mendapatkan anggaran sebesar 35%, dan ring 3 sebesar 10%. Tiga ring tersebut anggarannya diambil dari anggaran PPM HCML yang besarnya hanya 600 juta.

Baca Juga :  Balon Harapan Terbang Tinggi, MPLS SDN Pakandangan Sangrah Tanamkan Kemandirian Sejak Hari Pertama

Ring 1 yang dimaksud meliputi, Desa Pancor Rp 100 juta, Desa Gayam Rp 90 juta, Desa Kalowang Rp 70 juta, dan Desa Prambanan Rp 70 juta.

Sedangkan Ring 2 meliputi, Desa Tarebung Rp 35 juta, Gendang Timur Rp 35 juta, Gendang Barat 27,5 juta, Nyamplong Rp 27,5 juta, Karang Tengah Rp 27,5 juta dan Jambuir Rp 27,5 juta.

“Sisanya untuk Desa di Kecamatan Nonggunong,” ucapnya saat memaparkan sosialisasi PPM di Kantor Pendopo Kecamatan Gayam, 20 Juli 2023.

Dari anggaran yang sudah dipetakan sesuai ring tersebut, dikhususkan untuk program pemberdayaan di empat bidang, di antaranya, Bidang Infrastruktur 40%, Bidang Kesehatan 20%, Bidang Ekonomi 20%, dan Bidang Pendidikan 20%.

“Itu aturan yang mengikat tentang pendistribusian PPM HCML,” imbuhnya.

Baca Juga :  Hanya Hitungan Hari, Tim Gabungan Polres Sumenep Berhasil Temukan Anak Yang Hilang

Kendati begitu membuat Divisi Advokasi Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Pulau Sapudi, Ach. Qusyairi Syam angkat bicara melalui panggung media sosialnya.

Agus sapaan akrab Ach. Qusyairi Syam menyampaikan, bahwa dengan besarnya kekayaan alam Migas yang dikeruk di laut teritorial Sapudi itu tidak sebanding dengan anggaran PPM HCML yang diterima setiap desa.

Oleh sebab itu, kata dia, pemerintah melalui SKK Migas harus transparan dalam melaporkan pendapatan yang diterima dari perjanjian kontrak kerjasama dengan perusahaan HCML.

“Jangan sampai wilayah paling terdampak (Pulau Sapudi) hanya diapusi dengan anggaran PPM yang besarannya tidak sebanding dengan kekayaan alamnya,” jelasnya.

Apalagi kata dia, saat ini banyak nelayan yang tidak leluasa memancing di wilayah teritorial HCML. Bahkan kerap diusir lantaran dekat dengan lokasi pengeboran.

Baca Juga :  Jalan-Jalan Sehat di Sumenep : Ajak Masyarakat Hidup Sehat dan Harmonis Bersama Bupati

“Padahal pengakuan nelayan di sana memang banyak ikan yang bertebaran, kalau nelayan dibatasi dengan jarak, tentunya harus pindah lokasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pria Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid itu meminta, agar pemerintah Kabupaten Sumenep dapat memperhatikan anggaran CSR untuk Pulau Sapudi.

Sebab kata dia, selain memang lokasi pengeboran yang dekat dengan daratan Pulau Sapudi, setidaknya peningkatan infrastruktur, ekonomi, kesehatan dan pendidikan disentuh dengan anggaran CSR.

“Kalau mengaca pada apa yang disampaikan LPMS kemarin, CSR itu menjadi kewenangan pemerintah melalui SKK Migas, maka siapa yang akan kami tekan kalau bukan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep,” pungkasnya.

Program CSR menjadi harapan besar masyarakat Pulau sapudi, terutama bagi wilayah terdampak, agar keberadaan robot HCML itu tak hanya menggerus kekayaan dan diambil keuntungannya. (REDJAVA/Fer****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Cabe Jamu Sumenep Dibidik Tembus Pasar Dunia, Kemensos Berdayakan 220 KPM Jadi Petani Mandiri
Semarak Sape Sonok 2026 di Sumenep, Staf Ahli Bupati Bicara Budaya hingga Ekonomi Lokal
Polisi Sumenep Sikat Peredaran Miras, 17 Botol Arak Bali Diamankan
Gerak Cepat Prajurit Yonif TP 931/KJ Padamkan Kebakaran Lahan di Kebunan
Pengabdian Berbuah Penghargaan, Imam Syafi’i S.H. Terima Lencana Pancawarsa V Tingkat Jawa Timur
PKDI Cup II 2026: Saling Serang di Lapangan, Pamekasan dan Sumenep Berbagi Angka 1-1
Era Fintech Makin Pesat, Dr. Naghfir Ingatkan Pemuda Jangan Sekadar Jadi Pengguna
Diklat Paskibra Sumenep Makin Bermakna, Yonif TP 931/KJ Beri Pembekalan Wawasan Kebangsaan

BERITA TERKAIT

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Cabe Jamu Sumenep Dibidik Tembus Pasar Dunia, Kemensos Berdayakan 220 KPM Jadi Petani Mandiri

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Semarak Sape Sonok 2026 di Sumenep, Staf Ahli Bupati Bicara Budaya hingga Ekonomi Lokal

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Polisi Sumenep Sikat Peredaran Miras, 17 Botol Arak Bali Diamankan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Gerak Cepat Prajurit Yonif TP 931/KJ Padamkan Kebakaran Lahan di Kebunan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:35 WIB

Pengabdian Berbuah Penghargaan, Imam Syafi’i S.H. Terima Lencana Pancawarsa V Tingkat Jawa Timur

BERITA TERBARU