JAVANETWORK.CO.ID.MALANG – Air mata haru tak bisa disembunyikan oleh Ibu Rita Agustiningsih, S.Sos, saat menyaksikan putra semata wayangnya, Sultan Arya Efendi, berdiri gagah membawa pulang medali perak untuk Kabupaten Sumenep dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025, cabang olahraga biliar beregu.
Bertanding bersama rekannya, Daniel, Sultan tampil penuh determinasi sejak babak penyisihan hingga partai final yang digelar di Malang Raya.
Meski harus puas di posisi kedua, perjuangan mereka di meja biliar sukses mengantarkan Sumenep meraih medali perak, di bawah tuan rumah Malang (emas), dan di atas Ngawi (perunggu).
Bagi Ibu Rita siapaannya, kemenangan ini bukan sekadar medali, melainkan puncak dari perjuangan panjang anaknya yang selama ini tekun berlatih di balik sorotan.
Apalagi Sultan adalah anak tunggalnya, yang sejak kecil sudah menunjukkan minat dan bakat luar biasa di olahraga biliar.
“Air mata ini bukan sedih, tapi bahagia. Sebagai ibu, saya tahu betul bagaimana Sultan bekerja keras, jatuh bangun, mengorbankan banyak waktu, dan hari ini semua itu terbayar,” kata ibu Rita kepada media ini, Senin (30/06/2025).
Prestasi Sultan juga mencuri perhatian karena ia merupakan keponakan dari tokoh penting olahraga nasional, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo Bupati Sumenep dua periode yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua PB Percasi Jawa Timur.
Namun bagi Ibu Rita, kemenangan putranya adalah murni hasil dari dedikasi dan kerja keras pribadi Sultan, bukan semata nama besar keluarga.
“Sultan berjuang dengan keringatnya sendiri. Dan saya bangga bukan karena dia keponakan siapa, tapi karena dia bisa membuktikan dirinya layak diakui lewat kemampuan yang ia punya,” imbuhnya.
Porprov Jatim 2025 kembali mencatatkan sejarah dengan munculnya nama-nama muda potensial dari berbagai daerah.
Dan dari Sumenep, nama Sultan Arya Efendi kini masuk dalam radar atlet masa depan biliar Jawa Timur.
“Doa saya sebagai ibu akan terus menyertai setiap langkahnya. Saya yakin ini baru awal,” pungkas Ibu Rita dengan senyum penuh haru. (REDJAVA****













