JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Direktur Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (P2NOT), Zamrud Khan, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut secara menyeluruh penemuan 52 kilogram sabu-sabu di perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Dirinya menilai kasus ini berpotensi melibatkan jaringan narkotika berskala besar, bahkan internasional.
“Perlu ditelusuri apakah sindikat ini berskala internasional atau lintas provinsi. Pengungkapan jaringan harus dilakukan secara tuntas,” kata Zamrud saat konferensi pers di Cafe Ayoka, Rabu (4/6/2025).
Zamrud menegaskan, kejahatan narkotika dengan jumlah sebesar itu masuk dalam kategori extraordinary crime atau kejahatan luar biasa. Oleh sebab itu, penanganannya pun harus dilakukan dengan strategi luar biasa, tidak bisa bersifat biasa-biasa saja.
Adik kandung lawyer kawakan Azzam Khan menyerukan sinergi lintas institusi, mulai dari Kepolisian Daerah Jawa Timur, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), hingga Mabes Polri untuk terlibat secara aktif dan terkoordinasi dalam pengusutan kasus ini.
“Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman terhadap stabilitas sosial dan masa depan generasi muda. Peran aparat harus maksimal, terlebih jika ini memang bagian dari upaya merusak Jawa Timur, khususnya Madura,” tegasnya.
Menurutnya, modus penyelundupan narkotika saat ini terus berkembang dan semakin sulit dideteksi.
“Oleh karena itu, pendekatan penanganan kasus juga harus berinovasi dan melibatkan berbagai sektor terkait,” jelasnya.
Zamrud juga mengungkapkan bahwa kemasan dan metode penyelundupan sabu yang ditemukan di perairan Masalembu menunjukkan pola yang mirip dengan temuan kasus narkotika di wilayah Riau dan sekitaran Jembatan Suramadu.
“Hal ini memperkuat dugaan bahwa penyelundupan tersebut merupakan bagian dari jaringan besar yang terorganisasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti lemahnya pengawasan di wilayah perairan sebagai celah yang kerap dimanfaatkan para penyelundup untuk memasukkan narkoba ke Indonesia, terutama di kawasan-kawasan terpencil seperti Masalembu.
“Dengan jumlah sebanyak itu, dampak yang ditimbulkan bisa sangat luas. Ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak untuk bertindak cepat dan terkoordinasi,” tambahnya.
P2NOT, kata Zamrud, berharap agar aparat segera membongkar jaringan di balik penyelundupan ini demi menekan distribusi narkotika di wilayah Jawa Timur secara signifikan.
“Langkah ini saya dinilai krusial untuk menjamin keamanan dan ketahanan sosial masyarakat dari ancaman narkoba yang terus mengintai,” pungkas Zamrud Khan. (REDJAVA****)












