JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA – Misteri keberadaan bangkai KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kian menguat.
Setelah melakukan penyisiran melalui jalur udara, Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan belum menemukan jejak kapal tersebut.
Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa kapal telah tenggelam hingga ke dasar laut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Operasi pencarian dilakukan menggunakan Helikopter Rescue HR-1301 tipe AW139 milik Basarnas dengan menyisir koordinat lokasi kebakaran dari udara.
Meski seluruh area yang menjadi fokus pencarian telah dipantau secara intensif, hasilnya masih nihil.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan hingga akhir operasi pantauan udara belum ditemukan indikasi keberadaan bangkai kapal di permukaan perairan.
“Tim SAR melakukan pantauan udara dengan menyisir koordinat lokasi kapal terbakar, namun tidak ditemukan bangkai kapal,” kata Nanang Sigit di Surabaya, Kamis (6/8).
Menurut Nanang, pencarian melalui jalur udara merupakan bagian dari strategi untuk memastikan posisi KM Mutiara Sentosa II yang diduga telah karam, sekaligus mendeteksi kemungkinan adanya korban yang masih belum ditemukan.
“Hari ini kami melaksanakan pencarian udara di area perairan utara Madura, yang merupakan lokasi kebakaran KM Mutiara Sentosa II, menggunakan Heli Rescue 1301 tipe AW139,” ujarnya.
Di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung, Basarnas juga terus berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta pihak perusahaan pelayaran guna mencocokkan data manifes dan laporan dari keluarga penumpang.
Langkah tersebut dinilai penting agar tidak ada korban yang terlewat dalam proses pencarian maupun evakuasi.
“Sembari itu kami menunggu verifikasi pengaduan dari keluarga korban yang kemungkinan masih ada penumpang yang belum terevakuasi,” tambah Nanang
Sebelumnya, KN SAR 249 Permadi juga telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi kebakaran pada Rabu (5/8).
Namun operasi laut tersebut belum berhasil menemukan bangkai kapal maupun indikasi korban tambahan.
Memasuki fase kesiapsiagaan, pola koordinasi operasi SAR mengalami penyesuaian. Posko yang sebelumnya dipusatkan di Pelabuhan Tanjung Perak kini dijalankan oleh masing-masing unsur sesuai fungsi dan kewenangannya.
Meski demikian, koordinasi lintas instansi dipastikan tetap berjalan terpadu agar respons terhadap setiap perkembangan di lapangan dapat dilakukan secara cepat.
“Apabila ada laporan korban yang perlu dievakuasi, informasi tersebut akan segera dikomunikasikan kepada seluruh unsur posko agar penanganan dapat dilakukan sesuai fungsi masing-masing,” tegasnya.
Basarnas menegaskan pencarian belum dihentikan. Seluruh informasi dari masyarakat dan keluarga penumpang akan terus diverifikasi sebagai dasar menentukan langkah lanjutan dalam operasi SAR.
Dugaan bahwa KM Mutiara Sentosa II telah tenggelam ke dasar laut kini menjadi fokus utama pencarian, sembari tim gabungan terus menyisir area perairan utara Madura dengan mengedepankan keselamatan personel dan ketelitian dalam setiap tahapan operasi.









