JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pengusaha asal Pulau Sapudi, Nanang Wahyudi, yang akrab disapa Yudik, memberikan apresiasi atas respons cepat Aparat Penegak Hukum (APH) di Sumenep dalam mengusut dugaan korupsi pada program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Pernyataan tersebut disampaikan Yudik melalui sebuah unggahan video di akun TikTok-nya, @boybimboy, yang langsung menarik perhatian publik dan menjadi viral di jagat maya.
“Terima kasih untuk teman-teman, para tokoh, dan masyarakat Pulau Sapudi yang saya cintai. Alhamdulillah sejauh ini sudah ada respon dari Kejari dan semoga sampai ke KPK. Niatkan semuanya untuk masyarakat dan rasa cinta kita terhadap Pulau Sapudi,” tulis Yudik dalam unggahannya
Yudik yang dikenal sebagai pengusaha sukses asal kepulauan itu, sebelumnya gencar menyoroti sejumlah program bantuan sosial yang dinilai sarat masalah dan merugikan masyarakat, terutama bantuan kambing dari Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) dan program BSPS dari Kementerian PUPR.
Dalam unggahan video lainnya, Yudik juga mencurahkan kekecewaannya terhadap implementasi dua program tersebut.
Ia menilai proses distribusi bantuan tidak dilakukan secara transparan dan tidak berpihak pada masyarakat kecil.
“Kami masyarakat Sapudi hanya ingin diperlakukan adil dan tidak dijadikan objek proyek semata,” ujar Yudik dalam salah satu videonya.
Program BSPS sendiri merupakan bantuan stimulan dari pemerintah pusat untuk memperbaiki rumah tak layak huni.
Namun, dalam pelaksanaannya di Pulau Sapudi, program ini justru menuai keluhan karena dugaan pemotongan anggaran dan pelaksanaan yang tidak sesuai prosedur.
Viralnya unggahan Yudik di media sosial menambah tekanan publik terhadap pihak terkait untuk segera melakukan audit dan penyelidikan menyeluruh terhadap kedua program tersebut.
Sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat juga mulai ikut bersuara, menyuarakan keprihatinan dan dukungan terhadap langkah hukum yang tengah berjalan. (REDJAVA****)












