JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Potret kemandirian warga kembali tergambar di Dusun Pangabasen, Desa Gapura Timur, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep.
Sejak Kamis (19/6/2025), puluhan warga bergotong-royong memperbaiki jembatan penghubung antar dusun yang mengalami kerusakan parah.
Jembatan ini merupakan akses penting bagi aktivitas sehari-hari, termasuk jalur utama anak-anak menuju sekolah.
Perbaikan dilakukan secara swadaya tanpa campur tangan pemerintah desa. Warga menggalang dana dan menyumbangkan material secara sukarela, mulai dari batu, semen, hingga tenaga kerja.
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan, mengingat jembatan tersebut sudah lama dalam kondisi rusak dan nyaris ambles di bagian utara.
“Jembatan ini sangat vital. Hampir setiap hari dilalui anak-anak yang pergi dan pulang sekolah. Kami sudah tidak bisa menunggu lagi karena kerusakannya kian membahayakan,” ujar salah satu warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jum’at (20/06/2025).
Menurut warga, laporan mengenai kerusakan jembatan sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah desa.
Namun, hingga kini, belum ada tindakan nyata yang terlihat. Respons yang diberikan hanya sebatas janji, tanpa tindak lanjut yang konkret.
“Kami tidak ingin terus-menerus berharap pada janji. Maka kami sepakat untuk bertindak sendiri. Ini demi keselamatan bersama,” tambahnya.
Padahal, berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Desa Gapura Timur termasuk dalam daftar 10 desa penerima Dana Desa terbesar di Kecamatan Gapura, dengan total anggaran mencapai Rp1.102.170.000 pada tahun 2025.
Hal ini menimbulkan pertanyaan publik terkait skala prioritas dalam penggunaan anggaran tersebut.
Pengamat pembangunan desa di Kabupaten Sumenep menilai, seharusnya pemerintah desa lebih peka terhadap kebutuhan infrastruktur dasar yang menyangkut keselamatan dan mobilitas warga.
“Dalam skema penganggaran Dana Desa, infrastruktur dasar dan akses pendidikan semestinya menjadi prioritas,” ujarnya saat dimintai tanggapan.
Hingga berita ini dipublikasikan, awak media belum memperoleh akses untuk menghubungi pihak Pemerintah Desa Gapura Timur guna meminta konfirmasi atau tanggapan atas keluhan warga.
Warga berharap, aksi swadaya yang mereka lakukan bisa menjadi perhatian bersama dan mendorong hadirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada kebutuhan riil masyarakat.
“Kalau bukan kami yang peduli, siapa lagi? Tapi kami tetap berharap pemerintah tidak menutup mata,” pungkasnya. (REDJAVA****)
Penulis : Rossy
Editor : REDJAVA












