JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya memperkuat fungsi rumah ibadah sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.
Komitmen itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, saat menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Kemakmuran Rumah Ibadah yang dirangkai dengan pertemuan rutin Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) di Aula Pelabuhan Kecamatan Dungkek, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti penyuluh agama lintas agama, mulai Islam, Kristen, hingga Katolik. Mereka memperoleh penguatan kapasitas agar mampu menghidupkan rumah ibadah sebagai pusat ibadah, pendidikan, pembinaan karakter, serta pelayanan sosial bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Abdul Wasid, penyuluh agama memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan dan memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis. Karena itu, penyuluh dituntut tidak hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial.
“Rumah ibadah harus hidup dengan berbagai aktivitas yang membawa manfaat. Masjid, gereja, dan rumah ibadah lainnya harus menjadi pusat pendidikan, pembinaan karakter, serta pelayanan sosial bagi masyarakat,” kata Abdul Wasid dalam sambutannya.
Ia menegaskan, ukuran kemakmuran rumah ibadah bukan hanya dilihat dari ramainya jamaah. Yang lebih penting adalah sejauh mana rumah ibadah mampu melahirkan kepedulian sosial, mempererat persaudaraan, dan menguatkan budaya gotong royong.
“Penyuluh agama memiliki peran strategis untuk menghidupkan fungsi rumah ibadah. Mereka harus mampu menjadi penggerak yang menghadirkan solusi, memperkuat persaudaraan, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Abdul Wasid juga mengingatkan seluruh penyuluh agar selalu menjaga integritas, profesionalisme, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, perilaku penyuluh menjadi cerminan Kementerian Agama di tengah publik.
“Bekerjalah dengan keikhlasan, jaga integritas, dan tunjukkan pelayanan terbaik. Keteladanan akan jauh lebih bermakna daripada sekadar kata-kata,” tegas Abdul Wasid.
Abdul Wasid optimistis rumah ibadah akan menjadi pusat lahirnya nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan pemberdayaan masyarakat apabila seluruh penyuluh menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi.
“Saya mengajak seluruh penyuluh untuk terus mengabdi dengan hati. Jadikan setiap rumah ibadah sebagai tempat tumbuhnya persaudaraan, kedamaian, dan kemaslahatan sehingga Kementerian Agama benar-benar hadir memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
Penutupan Bimtek Gerakan Kemakmuran Rumah Ibadah menandai berakhirnya rangkaian penguatan kompetensi penyuluh agama di Kabupaten Sumenep.
Kementerian Agama berharap seluruh peserta mampu menjadi agen moderasi beragama, memperkuat nilai kebangsaan, serta mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis rumah ibadah di berbagai wilayah.









