JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Keprihatinan terhadap kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sumenep kembali mencuat. Kali ini, upaya luar biasa dilakukan oleh warga Desa Bataal Timur, Kecamatan Ganding, yang secara swadaya memperbaiki jalan rusak yang telah lama mengganggu akses mereka.
Namun, di balik aksi gotong royong tersebut, anggota Komisi III DPRD Sumenep, Ahmadi Yazid, memberikan kritik tajam kepada pemerintah daerah yang dinilai lambat dan kurang responsif dalam menangani masalah tersebut.
Ahmadi Yazid, yang juga merupakan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menilai bahwa seharusnya memperbaiki jalan yang rusak merupakan tanggung jawab pemerintah, bukan masyarakat.
“Pemerintah harus peka terhadap kondisi di lapangan. Jalan rusak bukan hanya masalah infrastruktur, tetapi juga berkaitan dengan hak dasar masyarakat untuk mendapatkan fasilitas yang layak,” ujar Ahmadi saat dikonfirmasi awak media, Selasa (28/01/2025).
Menurut dia, warga Desa Bataal Timur, yang selama ini kesulitan melintasi jalan yang rusak, terpaksa bergotong royong untuk memperbaikinya. Mereka menyumbangkan bahan-bahan seperti pasir, batu, dan semen melalui hasil iuran bersama.
Meski dengan keterbatasan peralatan dan bahan, semangat gotong royong yang tinggi terlihat jelas dalam setiap langkah mereka.
“Meski dengan peralatan yang sederhana dan bahan yang terbatas, warga tetap berusaha memperbaiki jalan ini demi kelancaran transportasi. Ini adalah bentuk kepedulian yang luar biasa dari masyarakat. Namun, saya sangat berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi ini,” tambah Ahmadi.
Jalan yang menghubungkan Kecamatan Ganding, Guluk-Guluk, dan Lenteng itu memang sudah lama mengalami kerusakan. Masyarakat setempat sudah lama mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah, sehingga mempersulit akses menuju tempat mereka beraktivitas.
Upaya warga yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat tersebut menjadi cermin kekompakan, namun sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah belum maksimal dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Ahmadi Yazid menekankan, kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat saat ini sedang memasuki musim hujan.
“Musim hujan seperti sekarang ini justru memperburuk kondisi jalan. Tanpa penanganan serius dari pemerintah, jalan ini akan semakin rusak dan memperburuk aksesibilitas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan jalan yang menghubungkan ketiga kecamatan tersebut.
“Dinas PUTR harus segera mengambil langkah konkret. Membentuk Unit Reaksi Cepat (URC) untuk memperbaiki jalan rusak secepat mungkin adalah solusi yang harus segera diterapkan,” tegasnya.
Hingga saat ini, meski upaya swadaya warga sudah terlihat hasilnya, Dinas PUTR belum memberikan tanggapan resmi terkait perbaikan jalan yang telah menjadi perhatian masyarakat.
“Ke depan, diharapkan pemerintah daerah tidak lagi menunda-nunda penyelesaian masalah jalan rusak yang terus mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (REDJAVA****)












