JAVANETWORK.CO.ID SUMENEP – Semakin deras dukungan elemen masyarakat terhadap Bupati Sumenep, Ra Achmad Fauzi, S.H.,M.H yang mendorong Pemerintah Pusat agar mereaktivasi jalur kereta api di pulau Madura.
Setelah dari kalangan Aktivis, DPRD Jatim, dan Pengusaha, kali ini dukungan terlontar dari Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Ulum, Gadu Barat Kecamatan Ganding, Sumenep, KH Qusyairi Zaini, S.S.
“Saya sangat mendukung usulan beliau (Bupati Fauzi-red). Saya yakin ini nantinya akan membantu ekonomi masyarakat di Pulau Madura,” ucap KH. Qusyari Zaini lewat pesan WhatsAppnya, Minggu (12/02/2023).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, dengan reaktivasi jalur kereta api harus segera dilakukan, mengingat daya dukung jalan di pantai utara atau lintas selatan sudah tidak memadai untuk lalu lintas orang dan barang.
“Sangat banyak kebutuhan komoditas yang ada di Madura dan membutuhkan transportasi kereta untuk mengangkutnya ke luar Madura, seperti garam dan sebagainya. Sementara akses jalan yang ada kurang memadai dan mendukung,” ungkapnya.
Dirinya berpendapat, usul reaktivasi jalur kereta juga lebih rasional daripada rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan empat kabupaten di Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep) atau juga pelebaran jalan yang sedang dilakukan saat ini.
“Rencana awal, menurut info yang saya terima, akan dibangun tol penghubung di empat kabupaten. Itu saat ini belum memungkinkan. Maka jalan alternatifnya, sangat pas kalau dilakukan reaktivasi kereta api,” kata Ketua FKUB Sumenep itu.
Sebelumnya, Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi mendorong reaktivasi jalur kereta di Madura. Selain untuk kesejahteraan masyarakat Madura.
Reaktivasi kereta api sekaligus untuk meningkatkan konektivitas di Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan (Gerbang kertosusila).
Langkah ini diyakini bisa memicu efek domino positif, salah satunya mendukung target Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang swasembada pangan, mengingat Madura kaya akan komoditas garam dan daging sapi.
“Madura akan berkontribusi lebih dalam mewujudkan swasembada pangan, termasuk berdampak pada penurunan kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kawasan Madura, mengingat konektivitas dengan kawasan metropolitan Gerbang Kertosusila akan menguat,” kata Bupati Ra Fauzi. (REDJAVA****)









