Ini Program Kegiatan Rutan Kelas II B Sumenep Dalam Rangka Peringati HSN

Kamis, 20 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah Satu Kegiatan Rutan Kelas II B Sumenep Dalam Rangka Peringati HSN

Salah Satu Kegiatan Rutan Kelas II B Sumenep Dalam Rangka Peringati HSN

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ada yang unik dari peringatan Hari Santri Nasional tahun 2022 yang diperingati tiap tanggal 22 Oktober, di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kegiatan itu berupa pembelajaran baca Al-Quran untuk tahanan dan warga binaan. Ada dua program yang dihadirkan Rutan Sumenep untuk memberantas buta aksara, yaitu berupa pembinaan mandiri rohani dan program bina pendidikan.

Pembinaan mandiri rohani berupa belajar membaca Al-Quran, mereka diajari Iqro’, sementara untuk bina pendidikan berupa kejar paket setara SD hingga SMA untuk mereka yang putus sekolah.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Sumenep, Teguh Doni Efendy menyampaikan, kegiatan tersebut rutin digelar dalam waktu satu bulan terakhir menyambut Hari Santri 2022.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Presiden Cek Harga di Pasar Cigombong Kabupaten Bogor

“Kami sediakan tim tutor untuk mengajari mereka baca Iqro’, program tersebut akan terus dilaksanakan sampai mereka bisa,” kata Teguh Doni Efendy, kepada media. Kamis, 20 Oktober 2022.

Berdasarkan data, dari 380 warga binaan Sumenep, 53 diantaranya belum bisa baca Al-Quran.

“Tiap hari kami ajari baca Iqro’. Harapannya mereka bisa membaca Al-Quran,” kata Teguh, menambahkan.

Untuk diketahui, Hari Santri Nasional dirayakan untuk memperingati peran besar para kaum ulama dan santri dalam perjuangan melawan penjajah demi meraih kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga :  Sukses Berikan Pembinaan kepada WBP, Rutan Sumenep Terima Penghargaan dari Bupati Sumenep

Tema Hari Santri 2022 adalah “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”. Tema ini mempunyai makna santri yang ikut berperan dalam sejarah bangsa Indonesia.

Tema ini juga menggambarkan sosok santri yang tidak hanya ahli ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Santri tidak melupakan tugas utamanya untuk menjaga agama yang memiliki tujuan utama untuk memuliakan manusia, bukan untuk merendahkan martabat kemanusiaan.

Mengutip situs resmi Kementerian Agama (Kemenag), sejarah Hari Santri bermula dari fatwa ‘Resolusi Jihad’ yang disampaikan KH Hasyim Asy’ari.

Pada 22 Oktober 1945, lahir perumusan fatwa ‘Resolusi Jihad’ di kalangan kiai pesantren yang dipimpin oleh KH Hasyim Asy’ari, yang berisi kewajiban berjihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan melawan pasukan penjajah.

Baca Juga :  Kapten Inf. Handi Tri Pranowo, Danramil 0827/04 Bluto Hadiri Musrenbangcam Di Wilayah Binaan

Puncak dari Resolusi Jihad itu ialah peristiwa heroik di Surabaya pada 10 November 1945 yang dikenal sebagai cikal bakal dan diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Peringatan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 oleh Presiden Joko WIdodo (Jokowi) pada 15 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Keppres tersebut ditetapkan dengan menimbang peran ulama dan santri ketika memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru