JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di balik tembok pembatas dan jeruji besi, semangat literasi tumbuh di dalam Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sumenep.
Senin (23/2/2026), rutan tersebut menggelar kegiatan bedah buku yang digagas Peserta MagangHub Divisi Pembinaan Kepribadian sebagai bagian dari program pembinaan warga binaan.
Kegiatan ini bukan sekadar membaca bersama. Warga binaan diminta memahami isi buku yang telah dipilih, lalu secara bergantian memaparkan ringkasan, sudut pandang, serta nilai-nilai yang mereka tangkap.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Sejumlah warga binaan bahkan aktif menanggapi dan menyampaikan refleksi pribadi atas pesan yang mereka baca.
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menilai program tersebut sebagai langkah konkret membangun pola pikir positif di lingkungan rutan.
“Program bedah buku ini sangat positif untuk membangun pola pikir dan memperluas wawasan warga binaan. Kami ingin menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar menyentuh aspek intelektual dan mental mereka,” ujar Aditya.
Menurutnya, budaya literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam proses pembinaan.
Dengan membaca dan berdiskusi, warga binaan dilatih untuk berpikir kritis, berani menyampaikan pendapat, serta menghargai perspektif orang lain.
“Kami berharap kebiasaan membaca ini terus tumbuh. Saat mereka kembali ke masyarakat, ada bekal pengetahuan, kepercayaan diri, dan cara pandang yang lebih baik untuk menjalani kehidupan yang baru,” tegasnya.
Melalui program ini, Rutan Kelas IIB Sumenep menunjukkan komitmen menghadirkan pembinaan yang edukatif dan berkelanjutan.
Di tengah keterbatasan ruang gerak, literasi menjadi jendela baru bagi warga binaan untuk memperluas cakrawala berpikir dan menata masa depan yang lebih baik. (REDJAVA****)












