Tranformasi Desa: Sumenep Perkuat Kelembagaan dan Usaha BUM Desa

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DPMD Kabupaten Sumenep Anwar Syahroni Yusuf Saat Membuka Bimtek Peningkatan Kelembagaan dan Pengembangan BUM Desa di Kabupaten di Hotel Azmi

Kepala DPMD Kabupaten Sumenep Anwar Syahroni Yusuf Saat Membuka Bimtek Peningkatan Kelembagaan dan Pengembangan BUM Desa di Kabupaten di Hotel Azmi

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menunjukkan keseriusannya memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Selama tiga hari, Senin hingga Rabu (1–3 September 2025), digelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Pengembangan Usaha BUM Desa yang berlangsung di Hotel Asmi Kabupaten Sumenep.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 Direktur BUM Desa dari 27 kecamatan se-Kabupaten Sumenep. Mereka mengikuti rangkaian materi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktik langsung, simulasi kasus, dan diskusi interaktif.

Antusiasme terlihat jelas sejak awal, menandakan bahwa BUM Desa kini benar-benar dipandang sebagai harapan baru bagi kemandirian ekonomi desa.

Mengawali pelatihan, perwakilan DPMD Provinsi Jawa Timur menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan dan kapasitas sumber daya manusia BUM Desa.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong kabupaten/kota agar serius membina BUM Desa. Penguatan SDM, kepastian hukum, serta tata kelola yang baik menjadi kunci utama,” ujar Lianto, SE, MM, narasumber dari DPMD Provinsi Jatim.

Ia menambahkan, keberadaan BUM Desa yang sehat akan memberi dampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), penciptaan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan desa pada dana transfer pusat.

Baca Juga :  Polri Tangkap "Calon Pengantin" Bom Bunuh Diri di Batu Malang

Pada sesi teknis, Novi Hendra Wiryawan, ST, MT, Konsultan Ahli BUM Desa Jatim, mengajak peserta untuk membaca peluang sekaligus tantangan di era digital. Peserta dikenalkan pada Aplikasi PPAK BUM Desa versi 4.2 yang sudah sesuai dengan Kepmendesa 136/2022, sehingga laporan keuangan lebih transparan dan akuntabel.

“BUM Desa tidak cukup hanya menjual produk. Harus ada nilai tambah, akses pasar, dan keberlanjutan,” tegas Novi.

Diskusi berlangsung hidup. Peserta terbuka membicarakan problem di lapangan, mulai dari konflik kepengurusan hingga pembukuan yang tidak tertib. Berbagai simulasi penyelesaian kasus disajikan, termasuk pentingnya audit internal sebagai bagian dari tata kelola yang sehat.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 0827/12 Dasuk Bantu Cabut Gulma Pengganggu Padi di Desa Sema'an

Tak hanya teori, peserta juga mendapat suntikan semangat dari praktisi sukses BUM Desa asal Jawa Timur. Dengan gaya komunikatif, ia berbagi kisah jatuh-bangun membangun usaha desa hingga berhasil meraih omzet ratusan juta rupiah per tahun.

“BUM Desa bukan milik pemerintah desa, melainkan milik warga. Transparansi, kejujuran, dan kerja keras adalah fondasi utama agar masyarakat percaya,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa teknologi digital seperti marketplace dan media sosial adalah kunci memperluas pasar produk desa. Kolaborasi dengan sektor swasta lokal pun dinilai krusial agar BUM Desa mampu tumbuh berkelanjutan.

Baca Juga :  Lantik 108 PNS, Bupati Ra Fauzi Minta Berikan Pengabdian Terbaik kepada Masyarakat dan Wujudkan Bismillah Melayani

Sementara Kepala DPMD Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, AP, M.Si, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan langkah nyata memastikan BUM Desa bisa produktif dan profesional.

“Kami ingin BUM Desa tidak hanya jadi papan nama. Mereka harus hidup, aktif, dan menjadi pilar kemandirian ekonomi desa. Itu hanya bisa dicapai jika pengelola dibekali ilmu, pengalaman, dan pendampingan berkelanjutan,” ujarnya kepada media ini, Kamis (04/09/2025)

Pemkab Sumenep, lanjut Anwar, akan terus memberikan pendampingan, memfasilitasi akses permodalan, serta memperluas jaringan pemasaran. Harapannya, semakin banyak BUM Desa yang naik kelas menjadi entitas bisnis desa yang berdaya saing tinggi. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Haflatul Imtihan Annuqayah 2026 Perkuat Sanad Keilmuan Melalui Bedah Buku The Qur’anything
Kurve di Mako Polres Sumenep, Bangun Semangat Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan
Pilkades Sumenep 2027: Achmad Farid Azzyadi Jadi Figur yang Mulai Diperhitungkan di Payudan Dundang
Hadapi Musim Kemarau 2026, Bupati Achmad Fauzi Resmi Berlakukan Siaga Darurat Kekeringan
Bakesbangpol Sumenep Apresiasi Aksi Sosial PPI dan BAZNAS di Desa Ellak Daya
Danyonif TP 931/KJ Hadiri Peresmian Jembatan Perintis Garuda di Ambunten, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat
89 Hari Rampung, Danrem Bhaskara Jaya Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Ambunten Sumenep
Program Nasi Bungturat KBS Sumenep, Wujud Kepedulian Lewat Jum’at Berkah

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:30 WIB

Haflatul Imtihan Annuqayah 2026 Perkuat Sanad Keilmuan Melalui Bedah Buku The Qur’anything

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:59 WIB

Kurve di Mako Polres Sumenep, Bangun Semangat Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:26 WIB

Pilkades Sumenep 2027: Achmad Farid Azzyadi Jadi Figur yang Mulai Diperhitungkan di Payudan Dundang

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:56 WIB

Hadapi Musim Kemarau 2026, Bupati Achmad Fauzi Resmi Berlakukan Siaga Darurat Kekeringan

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:34 WIB

Bakesbangpol Sumenep Apresiasi Aksi Sosial PPI dan BAZNAS di Desa Ellak Daya

Berita Terbaru