JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Tradisi Petik Laut yang digelar para nelayan di Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, kembali berlangsung khidmat dan penuh makna.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga wujud nyata kearifan lokal masyarakat pesisir yang terus dijaga lintas generasi. Ketua
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, H. Hosnan, memberikan apresiasi atas terselenggaranya tradisi tersebut. Ia menilai Petik Laut bukan sekadar ritual, tetapi juga cerminan kebersamaan dan harapan para nelayan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selamat semuanya, barokah untuk nelayan. Senyum kalian juga bahagia kami,” kata H. Hosnan kepada media ini, Selasa (14/04/2026).
Politisi asal kepulauan itu menegaskan bahwa kebahagiaan nelayan adalah bagian dari kebahagiaan bersama, sehingga keberlangsungan tradisi seperti Petik Laut harus terus dijaga dan didukung.
Menurutnya, tradisi ini memiliki nilai religius, sosial, dan budaya yang sangat kuat, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat solidaritas masyarakat pesisir.
“Ini bukan hanya soal budaya, tapi juga tentang rasa syukur dan kebersamaan. Tradisi seperti ini harus terus kita rawat sebagai identitas daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, H. Hosnan juga melihat potensi besar dari tradisi Petik Laut sebagai daya tarik wisata budaya yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.
Tradisi Petik Laut sendiri identik dengan prosesi larung sesaji ke tengah laut, sebagai simbol permohonan keselamatan dan keberkahan bagi para nelayan dalam mencari nafkah.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan tradisi ini tetap lestari dan menjadi warisan budaya yang terus hidup di tengah perkembangan zaman. (REDJAVA****)









