Tradisi Petik Laut Sumenep 2026 di Gayam, Hosnan Beri Apresiasi dan Doa untuk Nelayan

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kabupaten Sumenep H. Hosnan

Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kabupaten Sumenep H. Hosnan

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Tradisi Petik Laut yang digelar para nelayan di Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, kembali berlangsung khidmat dan penuh makna.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga wujud nyata kearifan lokal masyarakat pesisir yang terus dijaga lintas generasi. Ketua

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep,  H. Hosnan, memberikan apresiasi atas terselenggaranya tradisi tersebut. Ia menilai Petik Laut bukan sekadar ritual, tetapi juga cerminan kebersamaan dan harapan para nelayan.

“Selamat semuanya, barokah untuk nelayan. Senyum kalian juga bahagia kami,” kata H. Hosnan kepada media ini, Selasa (14/04/2026).

Politisi asal kepulauan itu menegaskan bahwa kebahagiaan nelayan adalah bagian dari kebahagiaan bersama, sehingga keberlangsungan tradisi seperti Petik Laut harus terus dijaga dan didukung.

Baca Juga :  Mustofa Hadi Karya Ketum FWJ Indonesia Apresiasi Kerja Cepat Polres Tangsel Ringkus Preman Summarecon

Menurutnya, tradisi ini memiliki nilai religius, sosial, dan budaya yang sangat kuat, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat solidaritas masyarakat pesisir.

“Ini bukan hanya soal budaya, tapi juga tentang rasa syukur dan kebersamaan. Tradisi seperti ini harus terus kita rawat sebagai identitas daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, H. Hosnan juga melihat potensi besar dari tradisi Petik Laut sebagai daya tarik wisata budaya yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.

Baca Juga :  Hari Pers Nasional 2025, Ahmadi Yasid: Pers Garda Terdepan Kawal Ketahanan Pangan

Tradisi Petik Laut sendiri identik dengan prosesi larung sesaji ke tengah laut, sebagai simbol permohonan keselamatan dan keberkahan bagi para nelayan dalam mencari nafkah.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan tradisi ini tetap lestari dan menjadi warisan budaya yang terus hidup di tengah perkembangan zaman. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi
BMKG: Mayoritas Jawa Timur Cerah, Sumenep Jadi Wilayah yang Perlu Waspadai Angin Kencang

BERITA TERKAIT

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:02 WIB

Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79

BERITA TERBARU